Rudini Nilai Sumber PAD Besar Bisa Didatangkan Dari Dua Wilayah Ini

Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, M Rudini

SAMPIT – Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur M Rudini melihat ada banyak potensi yang masih belum maksimal digali oleh eksekutif di dua Wilayah yang ada di Kotim ini untuk meningkatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD).

Ketua DPD Partai Amanat Nasional Kotim ini menyebutkan sejauh ini dua wilayah yang masih belum berkembang secara pesat ini diantaranya Wilayah Selatan dan Utara yang pernah menjadi penyumbang PAD terbesar untuk daerah.

“Mungkin hingga saat ini dua wilayah ini masih menjadi penyumbang PAD terbesar untuk daerah kita, tetapi kenapa masih belum terlihat bisa maksimal, karena memang sarana penunjangnya belum maksimal, untuk itu perlu kita gali kembali dan juga di tunjang dengan infrastruktur yang memadai,” bebernya Rabu 22 Januari 2020.

BACA JUGA:   Ketua DPRD Kotim Beri Semangat ke Bocah Korban KDRT

Dia juga menyebutkan beberapa contoh sumber PAD yang belum terakomodir saat ini diantaranya memaksimalkan pengelolaan dan pemberdayaan dari perikanan dan Kelapa yang merupakan produk andalan daerah selatan Kotim.

Sedangkan untuk wilayah Utara potensi menumbuhkan ekonomi masyarakat dengan membuka berbagai bidang industri bisa melengkapi segala kebutuhan proyeksi dari para investor untuk menekan kerjasama dengan jangka panjang.

“Kalau bicara wilayah Utara tentunya kita sudah faham, namun selama ini kita dibatasi dengan melebarkan industri sawit, kenapa tidak mencoba mengembangkan lainnya, yang bis saja mengandalkan produk lokalan, misalnya mendatangkan investor buah-buahan dan juga tebu yang memang bisa menjadi ladang PAD untuk daerah,” tukasnya.

BACA JUGA:   Komisi II DPRD Kotim Minta Amdal Tersus dan TUKS Diperhatikan

Rudini meyakini potensi yang ada di beberapa wilayah Kotim ini masih banyak sehingga perlu rancangan khusus untuk mengkaji ulang apa yang menjadi target pemerintah daerah kedepannya. Dia juga optimis dengan kajian yang matang dan tepat sasaran akan mampu menghidupkan 168 yang ada di daerah tersebut.

“Masyarakat harus di berdayakan, sesuai dengan kemampuan dan apa yang menjadi kebutuhan pokok di daerah, lalu coba kembangkan hingga produk hasil daerah bisa diterima hingga keluar daerah,” tutupnya.

(drm/beritasampit.co.id)