PLN Diminta Jangan Padam Saat MTQ, Masyarakat Teriak Soal Ini

SAMPIT – Khawatir akan adanya gangguan pemadaman listrik saat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 51 tingkat Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dianggap bukan berlebihan. Namun, hal itu dalam rangka antisipasi supaya agenda tahunan itu berjalan sukses dan lancar.

Ketua Panitia Penyelenggara MTQ tingkat Kecamatan Baamang Kasmojoyo mengatakan, dalam beberapa pekan kota Sampit telah terjadi pemadaman listrik secara dadakan sehingga, diharapkan itu tidak terjadi saat MTQ berlangsung.

“Kami atas nama pemerintah Kecamatan Baamang mengimbau kepada pihak PLN agar tidak melakukan pemadaman listrik secara dadakan,” ucapnya, Jumat 24 Januari 2020.

BACA JUGA:   Pembeli Ikan Menurun dan Harga Bahan Pokok Naik, Tokoh Desa Baampah Angkat Bicara

Meskipun pihak panitia penyelenggara, lanjutnya, sudah menyediakan generator set (genset) sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan jaringan listrik.

Akan tetapi, lanjutnya, peserta akan lebih nyaman menggunakan aliran listrik langsung dibanding genset.

“Harapan kami, PLN cabang Sampit benar-benar memperhatikan hal ini demi suksesnya pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Baamang di Kelurahan Baamang Hulu,” ujar Kasmojoyo yang pernah menjabat Plt Lurah Tanah Mas ini.

Pada saat pawai taaruf, gardu induk Sampit ikut berpartisipasi memeriahkan kegiatan dalam rangka menyambut MTQ ke 51 tingkat Kecamatan Baamang.

BACA JUGA:   Kejaksaan Negeri Imbau Badan Usaha Patuh Terhadap Kepesertaan Program JKN KIS 

Mereka membawa poster berisikan ucapan-ucapan dan doa agar pelaksanaan agenda tahunan itu berjalan lancar.

Menariknya, saat regu gardu induk Sampit melintas dihadapan Plt Camat Baamang dan unsur pimpinan Kecamatan Baamang, penonton meneriakkan PLN tidak padam selama MTQ berlangsung yang diselenggarakan tiga hari ke depan.

“PLN jangan sampai padam karena akan memperlambat suksesnya penyelenggaraan MTQ tingkat Kecamatan Baamang,” pungkasnya.

(ifin/beritasampit.co.id)