Mukhtarudin Anggota Komisi VI Angkat Bicara Kasus Jiwasraya

IST/BS - Drs H Mukhtarudin

JAKARTA –  Anggota Komisi VI DPR Drs H Mukhtarudin angkat bicara terkait Kasus Jiwasraya yang menyeret nama Benny Tjokro, Komisaris PT Hanson International Tbk. Pengakuan mengejukan yang dilontarkan Benny usai diperiksa Kejaksaan Agung. Melalui sepucuk suratnya ke awak media yang mengatakan ada banyak puluhan manager investasi dan 8.000 orang pemilik saham yang merugikan Jiwasraya.

Mukhtarudin meminta agar pengakuan yang bersangkutan untuk ditindaklanjuti dengan mendalami transaksi saham yang terjadi di Jiwasraya.

Anggota DPRI Fraksi Golkar Dapil Kalteng ini juga juga mengusulkan Panitia Kerja (Panja) Jiwasraya untuk berkoordinasi dengan Komisi terkait lainnya di DPR yang memiliki otoritas dalam hal pengawasan keuangan maupun mekanisme kepemilikan saham.

“Panja VI akan komunikasi dengan Komisi XI untuk rapat gabungan atau Rapat Dengar Pendapat (RDP),” ujarnya melalui rilisnya kepada beritasampit.co.id. Senin 03 Januari 2020, kemaren.

BACA JUGA:   Komandan Pos TNI AL Kuala Pembuang : Jurus Membunuh Musuh Adalah Ketenangan

Menurutnya dengan adanya rapat gabungan itu, pihaknya bisa memanggil Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia dan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Sedangkan mengenai Benny Tjokro yang tengah menjalani proses hukum, maka Panja Jiwasraya akan melakukan koordinasi dengan Komisi III DPR yang bermitra dengan institusi penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Agung.

“Kami akan berupaya memanggil Benny Tjokro dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Panja Komisi VI,” tegasnya.

Sebelumnya Benny  memberikan kertas yang berisi tulisan tangan kepada wartawan. Dalam kertas itu, Benny mempertanyakan kenapa hanya PT Hanson yang diproses dalam kasus tersebut. Menurutnya, ada pihak lain yang semestinya ikut diproses dalam perkara dugaan korupsi Jiwasraya.

BACA JUGA:   TKA Asal China yang Pulang ke Negaranya Belum Kembali ke Lamandau

“Ada puluhan manager investasi, berarti ada puluhan/ratusan jenis saham yang bikin rugi. Kenapa nggak semua ditangkap? Kenapa cuma Hanson,” tulis Benny dalam kertas itu.

Benny tak menjelaskan lebih detail pihak yang dimaksud tersebut. Namun, menurutnya, pihak itu adalah pemilik saham investasi di Jiwasraya sebelum dibeli oleh PT Hanson.

“Saham Hanson yang ada di dalam manajer investasi milik Jiwasraya beli dari siapa? Mudah kok dicari, kalau ketemu penjualnya, jadi jelas. Ingat lo, mereka itu perusahaan tbk, ada lebih dari 8.000 pemegang saham,” katanya.

(Man/beritasampit.co.id)