Pemerintah Harus Segera Putuskan Pemulangan WNI Eks Anggota ISIS

WNI eks ISIS. Dok: Istimewa

JAKARTA— Wacana pemulangan 660 orang Warga Negara Indonesia (WNI) eks anggota Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ke tanah air harus melalui pertimbangan matang dan cermat.

Hal itu dikatakan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam keterangan yang diterima, Minggu, (8/2/2020).

Politikus Golkar itu mendukung apapun keputusan yang diambil pemerintah, termasuk menerima kepulangan para eks kombatan ISIS, selama pemerintah telah siap dengan program khusus derakalisasi dan penanaman kembali nilai-nilai kebangsaan kepada mereka.

BACA JUGA:   Menteri Sosial Tri Rismaharini Minta Pemda Kalteng Berani Susun Kebijakan Tangani Banjir

“Walaupun tidak terlalu khawatir dan keberatan jika pemerintah benar-benar telah siap dengan segala resikonya,” tutur Bamsoet.

Kendati demikian, mantan Ketua DPR RI itu mengajak pemerintah untuk lebih memahami suasana kebatinan masyarakat saat ini. Setelah ketidaknyamanan sepanjang tahun politik 2019 lalu, kini masyarakat lebih mendambakan terjaganya stabilitas keamanan dan ketertiban umum.

“Mewujudkan hal ini saja masih tidak mudah, karena di sana sini masih saja ada perilaku intoleran dan diskriminatif,” kata Bamsoet.

BACA JUGA:   HUT Ke-2 Partai Gelora Indonesia Angkat Tema Kolaborasi Menuju 5 Besar Dunia

Sebaliknya, jika pemerintah tidak siap untuk mengantisipasi ekses negatif yang mungkin timbul akibat kepulangan WNI eks kombatan ISIS, sebaiknya segera mengambil keputusan dan menghentikan wacana pemulangan tersebut.

“Jika polemik pemulangan 660 WNI eks ISIS terus dibiarkan, maka akan menjadi bola liar, bahkan berpotensi merusak kondusivitas di dalam negeri kita,” pungkas Bambang Soesatyo.

(dis/beritasampit.co.id)