Pengeroyokan Warga Berbuntut Panjang, Jagad Medsos Ramai Pembubaran PSHT

Berita Sampit
Hasil Schreenshot yang beredar di jagad medsos.

SAMPIT – Sebuah petisi baru saja beredar di media sosial WhatsApp pagi ini, petisi ini muncul sekitar pukul 7.30 Wib, Jum’at didalamnya, tertulis judul “bubarkan..!!! Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kotim.

Diduga, petisi itu dibuat lantaran kekesalan warga dayak akibat pengeroyokan yang menimpa H seorang pemuda kecamatan cempaga.

Pengeroyokan itu direkam dan tersebar luas melalui sosial media. Video pengeroyokan itu berdurasi 1 menit 12 detik.

BACA JUGA:   Redy Setiawan Teteskan Air Mata, Akhiri Pengabdianya Sebagai PNS

Petisi tersebut mengecam kekerasan pada video, “perbuatan kekerasan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh warga Persaudaraan Setia Hati Teratai ( PSHT) Kabupaten Kotawaringin menjadi trauma kejiwaan bagi korban dan menjadi koreng dihati masyarakat Dayak, berpotensi menjadi pemicu konflik kedepan. Maka akan sangat elok kalau dibubarkan agar damai di Sampit”.

Sebuah nama Latembunan Abel yang membuat petisi tersebut. Juga tertulis petisi tersebut akan diajukan kepada presiden Joko Widodo.

BACA JUGA:   Peduli Lingkungan, Jasa Raharja Tanam 100 Pohon Pohon

Hingga saat ini, sebanyak 25 orang telah membuat petisi tersebut dengan mengisi nama, email dan kode pos, beragam tanggapan juga terjadi di kolom komentar petisi itu, dari pro hingga kontra.

(jmy/beritasampit.co.id)