Gunung Mas Terendah Rasio  Elektrifikasi se Kalimantan Tengah

FOTO ILUSTRASI

PALANGKA RAYA-Fraksi Gabungan PAN, PKS, PPP, Perindo, Hanura atau FGP4H DPRD Kalimantan Tengah melalui juru bicaranya Tomy Irawan Diran mengungkapkan,
sampai dengan saat ini belum semua daerah yang ada di Kalimantan Tengah bisa di aliri dengan listrik.

Hal ini menurut Tomy, tentu membutuhkan kerja keras bersama agar seluruh wilayah di Kalimantan Tengah dapat merasakan adanya aliran listrik terutama listrik masuk desa.

“Fraksi gabungan mempertanyakan Langkah apa yang dilakukan dan produk terhadap kekurangan listrik di Kalteng. Sebagai salah satu contoh di Kabupaten Gunung Mas dan sekitarnya,” tanya Tomy, pada rapat paripurna dewan, Selasa (18/2/2020).

BACA JUGA:   Begini Penampakan Menara Milik Bank Kalteng

Lebih lanjut Tomy mengungkapkan, pemerataan distribusi bahan bakar gas minyak
dan lain-lain di Kalimantan Tengah belum merata, sehingga terjadi selisih harga yang sangat signifikan.

Hal ini menurutnya, berdampak semakin tingginya biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat terutama di daerah luar kota. Untuk itu fraksi gabungan menyarankan agar tata kelola distribusi dan penentuan harga diawasi dengan baik.

“Dinas terkait wajib memberikan sanksi tegas kepada para spekulan yang mengambil keuntungan di atas kesulitan warga,” tegas FGP4H, seraya meminta kepada Pemerintah Provinai (Pemprov) melalui dinas terkait.

BACA JUGA:   Raperda Pengendalian Kebakaran Lahan Ditandatangani

Sementara itu Fraksi Golkar DPRD Kalimantan Tengah menyebutkan, dalak Rencana Umum Energi Daerah Provinsi atau RUED-P Kalimantan Tengah dinyatakan bahwa rasio elektrifikasi daerah masih rendah hanya 62,54% pada tahun 2015 yang artinya masih ada 31,46% dari total rumah tangga di Provinsi Kalimantan Tengah yang tanpa akses listrik.

“Kemudian rasio elektrifikasi di di Provinsi Kalimantan Tengah yang paling rendah adalah di daerah Kabupaten Gunung Mas. Bagaimana kondisi elektrifikasi daerah-daerah tanpa akses listrik tersebut saat ini? Bagaimana kebijakan dan strategi untuk mengatasi rendahnya rasio elektrifikasi tersebut,” tanya Fraksi Golkar.

(gra/beritasampit.co.id)