DPRD Dukung Pemerintah Buka Akses Jalan Darat di 11 Desa

SAMPIT – Ketua DPRD Kotawaringin Timur Dra Rinie mendukung upaya pemerintah daerah dalam membuka akses jalan penghubung ke sejumlah desa yang masih terisolir, tepatnya, desa yang belum bisa ditempuh melalui jalur darat masih menjadi pekerjaan rumah di tahun 2020 ini.

Dia juga menjelaskan puluhan desa yang berada di wilayah Selatan maupun Utara Kotim yang belum memiliki akses penghubung jalan darat tersebut perlu terprogram secara dimaksimalkan guna membuka peluang ekonomi maupun membuka keterisoliran yang masih terjadi hingga saat ini.

BACA JUGA:   DPRD Minta Perusahaan Berkolaborasi Bantu Masyarakat

“Kita ketahui kendalanya yakni anggaran maupun status kawasan, namun demikian jelas ada solusi untuk mengatasi hal ini, dan kami berharap pemerintah daerah bisa maksimal, tentunya kami di lembaga legislatif mendukung upaya-upaya yang berkaitan secara langsung dengan kebutuhan pokok di masyarakat seperti akses jalan penghubung tersebut,” terangnya Rabu, 26 Februari 2020.

Sementara itu desa yang terdata di pemerintah daerah yang belum memiliki akses penghubung jalur darat ada 11 desa diantaranya Desa Tumbang Gagu, Desa Tumbang Ramei, Desa Butut Nusa, dan Desa Tumbang Hejan di Kecamatan Antang Kalang.

BACA JUGA:   Dinkes Kotim Lakukan Penyemprotan Disinfektan¬†

Sementara di Kecamatan Mentaya Hulu ada satu desa yakni Desa Kawan Batu, dan Kecamatan Kota Besi ada 2 desa, yaitu Soren dan Simpur. Telaga Antang ada, Rantau Suang dan Rantau Sawang, dan di Bukit Santuai, Desa Tumbang Saluang dan Desa Satiruk di Pulau Hanaut.

(Drm/beritasampit.co.id)