Innalillahi ! Dikira ‘Paman’ Pentol Tertidur, Pria Ini  Sudah Meninggal Dunia

EVAKUASI : IST/BERITA SAMPIT - Proses evakuasi tehadao seorang lelaki yang meninggal dunia di jalan Trans Kalimantan Km 30 Desa Runtu, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu 26 Februari 2020.

PALANGKA RAYA – Pengguna jalan yang melintasi jalur Trans Kalimantan menuju Lamandau, tepatnya di Km 30 Desa Runtu, Kabupaten Kotawaringin Barat dikejutkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki yang tergeletak di pinggir jalan.

Informasi dari Kapolres Kotawaringin Barat AKBP E Dharma B Ginting, pihaknya menerima informasi dari masyarakat adanya penemuan mayat tersebut pada hari Rabu, 26 Februari 2020 siang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui mayat yang tergeletak di pinggir jalan tersebut bernama Dulkarim warga Desa Bukit Raya RT 01 RW 1 Bulik Timur, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

Mantan Kapolres Katingan ini menututurkan, dari keterangan saksi yang berada tidak jauh dari posisi korban, pria tersebut berprofesi sebagai pedagang pentol.

BACA JUGA:   Pendaftar PPS Pilkada Kalteng Melebihi Target

“Saat itu sekitar jam 10.00 WIB di jalan Trans Kalimantan menuju Lamandau tepatnya di Km 30 Desa Runtu, Kabupaten Kotawaringin Barat saksi melihat korban dalam posisi tidur di samping mobil Hilux No. Pol KT 8828 RD berwana Silver” terang Kapolres Kobar.

Lebih lanjut dikatakanya, Sekitar jam 11.00 WIB saksi melihat korban tidak bergerak kemudian dirinya mendatangi korban dan berusaha membangunkan namun tidak ada respon hingga akhirnya saksi meminta kepada pengendara yang melintas untuk menyampaikan kepada security di Pos PT SSMS bahwa telah di temukan laki-laki tergeletak di pinggir jalan.

Selang berapa lama kemudian 2 orang security PT. SSMS datang ke TKP dan memeriksa kondisi korban dan mencoba mencari handphone korban dan menghubungi orang yang ada di nomor kontak HP korban dan menghubungi pihak Polsek Arsel.

BACA JUGA:   Dua Jam Jadi Guru TK, Inilah Pengakuan Seorang Anggota Bhabinkamtibmas

Menerima laporan tersebut, personel Polsek Arsel menuju TKP dan langsung membawa korban ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun untuk dilakukan pemeriksaan.

“Dari hasil visum dokter RSUD Sultan Imanuddin menyatakan tidak ada tanda tanda kekerasan dan diperkirakan korban meninggal karena Epeksia atau mati lemas, selain itu juga dari keterangan anak korban yang mengetahui peristiwa tersebut juga megatakan bahawa korban mempunyai riwayat sakit sesak nafas” tandas Kapolres Kobar. (Afr/beritasampit.co.id)