Kendaraan Angkutan Barang Dibatasi Selama Acara Haul, Ini Lokasinya

IST/BS - Surat Kementerian Perhubungan Dirjen Perhubungan.

BANJARMASIN – Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), mengeluarkan surat resmi yang ditujukan kepada Kepala Dinas Perhubungan provinsi Kalimantan Selatan dan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, tentang Penanganan MRLL Pembatasan Operasional Angkutan Barang, pada Haul Ke-15 Abah Guru Sekumpul.

Surat tertanggal 19 Februari 2020 ini ditanda tangani oleh Pelaksana Harian Direktur Lalu Lintas Jalan, Marwanto Heru Santoso, atas nama Direktur Jenderal Perhubungan Darat, merekomendasikan, diantaranya pembatasan lintasan angkutan barang dimulai pada hari Sabtu, 29 Februari 2020, pukul 00.01 WITA sampai dengan Selasa, 3 Matet 2020, pukul 24.00 WITA.

Disebutkan, lokasi pembatasan operasional angkutan barang, meliputi, arah lalu lintas dari Banjarmasin, dimulai dari Ruas Jalan Nasional Ahmad Yani KM.BJM 21+00 (Bundaran Liang Anggang, Kota Banjarbaru). Kemudian, arah lalu lintas dari Kabupaten Tabalong, dimulai dari Ruas Jalan Ahmad Yani KM.BJM 112+00 (Terminal Bay Pass, Kabupaten Tapin).

BACA JUGA:   Wakil Ketua MPR Dukung Pemerintah Tindak Tegas Ormas FPI

Adapun kendaraan yang dilarang untuk melintas adalah, kendaraan pengangkut bahan bangunan, kereta tempelan, kereta gandengan, container, kendaraan pengangkut barang dengan jumlah sumbu lebih dari 2 (dua) sumbu atau memiliki jumlah berat yang diperoleh (JBB) lebih kurang 8 ton, kecuali kendaraan angkutan barang pengangkut BBM, BBG, ternak, bahan pokok, pupuk, susu murni, barang antar pos, serta barang bahan baku ekspor impor dari home industri dan/atau ke pelabuhan.

Selain itu, juga disampaikan, diperlukan rambu petunjuk jalan alternatif di ruas jalan Kabupaten, Provinsi dan Nasional, penambahan rambu larangan melintas untuk kendaraan angkutan barang pada sisi kiri jalan dan rambu perintah dengan kata-kata terkait pembatasan angkutan barang tersebut.

BACA JUGA:   30 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Akan Kembali Datang ke Indonesia

Sementara itu, untuk rambu yang akan digunakan agar mempedomani Peraturan Menteri Perhubungan nomor 13 tahun 2014 tentang Rambu Lalu Lintas dan Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat nomor 7234/AJ.401/DRJD/2013 tentang Petunjuk Teknis Perlengkapan Jalan.

“Perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat perihal kebijakan operasional angkutan barang dimaksud, baik secara langsung maupun melalui media cetak dan elektronik. Kemudian melaporkan hasil pelaksanaan kebijakan pembatasan operasional angkutan barang jenis tertentu di Provinsi Kalimantan Selatan kepada Direktur Jenderal Perhubungan Darat,” akhir surat Ditjen Perhubungan Kemanhub tersebut

(Jun/beritasampit.co.id)