Tukiman, Terdakwa Karhutla Divonis Ringan

Berita Sampit
Ist/BS - Terdakwa kasus karhutla sesaat sebelum masuk ke mobil tahanan.

NANGA BULIK – Terdakwa kasus karhutla menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Nanga Bulik, Rabu, 26 Februari 2020. Tukiman tersangka Kharhutla divonis oleh hakim dengan pidana kurungan 4 bulan penjara.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa yang menuntut terdakwa 7 bulan penjara, denda 50 juta, dengan subsidar 1 bulan kurungan.

“Terdakwa divonis 4 bulan, denda 20 juta, subsidair 1 bulan kurungan,” ujar Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Lamandau, Saepul Uyun Sujati. Minggu, 1 Maret 2020.

BACA JUGA:   Vaksin Covid-19 Hanya Untuk Orang Yang Benar-Benar Sehat

Untuk diketahui, kejadian ini terjadi pada 30 Oktober 2019 lalu. Ia dengan sengaja membakar lahan miliknya untuk kemudian ditanami pohon kelapa sawit.

Namun, Akibat kuatnya terpaan angin, menyebabkan api membesar dan tak terkendali. Kemudian, menjalar dan membakar kebun dan lahan masyarakat lainnya.

“Terdakwa membakar lahan yang telah dibersihkan semak atau ilalangnya dengan menggunakan pemantik/korek api gas,” ujarnya.

BACA JUGA:   Batamad Lamandau Resmi Dikukuhkan

Kasusnya, mulai disidangkan pada Rabu, 29 Januari lalu di PN Nanga Bulik. Saksi yang dihadirkan saat itu memperkuat dakwaan jaksa.

Saat sidang tuntutan Kamis, 20 Februari 2020 lalu, ia dituntut 7 bulan penjara, denda 50 juta, subsidar 1 bulan kurungan. Hingga, Rabu, 26 Februari ia telah mendapat vonis putusanya.

(Andre/beritasampit.co.id)