Dugaan Kekerasan Anak di Lingkungan Sekolah, LBH Lapor ke Kementerian

Ist/BS - Alam perwakilan LBH Palangka Raya saat memberikan laporannya.

PALANGKA RAYA – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palangka Raya mengadu ke Kementerian dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Senin 2 Maret 2020 soal dugaan tindakan kekerasan terhadap anak di lingkungan institusi pendidikan.

LBH Palangka Raya melaporkan salah satu institusi pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dengan dugaan tindakan pengabaian terhadap kasus kekerasaan terhadap anak perempuan.

Alam perwakilan LBH Palangka Raya menyampaikan, bahwa langkah yang diambil pihaknya tersebut, setelah tidak ada itikad baik dari instansi tersebut dalam upaya pencegahan tindakan kekerasaan terhadap anak di lingkungan mereka.

BACA JUGA:   Wacana Sekolah Tatap Muka Masih Proses Penyesuaian, Akan Melibatkan Banyak Pihak

“Persoalan pencegahan terjadinya tindak kekerasaan terhadap anak telah di atur dalam peraturan Perundang-undangan. Berdasarkan pantauan kami masih banyak instansi pendidikan tidak menjalankan ini di Provinsi Kalimantan Tengah,” ujar Alam kepada wartawan media ini, Selasa 3 Maret 2020.

Alam menambahkan, Konsen LBH Palangka Raya pada kasus ini adalah pencegahan dan penanggulangan tindakan kekerasan terhadap anak, dimana hal ini wajib dilakukan oleh Institusi Pendidikan, namun katanya, tidak dilakukan oleh pihak sekolah.

BACA JUGA:   Satsabhara Polresta Palangka Raya Semprot Disinfektan

“Pihak sekolah telah lalai karena tidak melakukan pencegahan dan penanggulangan atas tindak kekerasan di sekolah. Tapi kami tidak bisa sebutkan identitasnya karena pelaku dan korban sama-sama anak,” tutup Alam. (NA/beritasampit.co.id).