Jangan Ada Lagi Anak Putus Sekolah dan Buta Huruf Di Kotim

Berita Sampit
Ist/BS - Sekertaris Komisi III DPRD Kotim H Bardiansyah.

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Pendidikan saat ini sedang gencarnya melakukan peningkatan Mutu maupun Kualitas dunia pendidikan di daerah setempat. Dalam hal ini Seketaris Komisi III DPRD H Bardiansyah meminta agar instansi terkait mulai melakukan langkah pendataan setiap semesternya terhadap anak yang putus sekolah, baik itu dari tingkat SD hingga Tingkat SMA Sederajat terutama mereka yang ada di pelosok.

“Selain mendata dinas pendidikan juga harus berperan aktif dalam mengetaskan buta huruf serta kemiskinan, yang mana diakibatkan juga lantaran tidak sekolah atau putus sekolah. Saya berharap Dinas Pendidikan Kotim sudah melakukan hal ini supaya angka buta huruf atau tidak bisa membaca dan menulis tidak ada lagi,” Bebernya Selasa, 3 Maret 2020.

BACA JUGA:   SP Lomban Gaol: Kabupaten Kotawaringin Utara Lebih Siap Dibanding Provinsi Kotawaringin

Dia bahkan mengatakan peran aktif instansi terkait sangat diperlukan baik dalam hal mendata hingga ke pelosok desa mensosialisasikan program pemerintah kepada orang tua dan peserta didik supaya jangan sampai tidak menyekolahkan anak-anaknya.

“Karena jelas hal itu sudah diatur dalam undang-undang. Sejak awal kemerdekaan para pendiri negara (the founding fathers) telah memiliki komitmen untuk memenuhi hak asasi rakyatnya untuk memperoleh pendidikan. Seperti yang termaksud dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 mencantumkan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa yang secara konstitusional menjelma ke dalam pasal 31 UUD 1945,” Tukasnya.

BACA JUGA:   3 Kabupaten di Kalteng Terpaksa Gelar Pemungutan Suara Ulang Pilkada Serentak

Disisi lain Legislator PDI Perjuangan ini menekankan agar Disdik selalu berkoordinasi dengan setiap kepala desa dalam rangka mensosialiasikan atau meningkatkan minat orang tua dalam hal menyekolahkan anaknya.

“Bicara SDM tentunya bicara pendidikan, dan bicara Kemiskinan tanpa pendidikan kami rasa tidak akan menemukan solusinya, dalam dunia pendidikan tidak ada istilah terlambat, bisa melalui jalur Formal dan Non Formal, ini sangat penting dari segalanya karena orang yang berpendidikan sudah pasti bisa menentukan masa depannya,” Tutupnya.

(Drm/beritasampit.co.id)