Kongres BEM Se-Kalimantan, Arpandi Unsur Pimpinan Sidang

KONGRES BEM SEKA. IST/BERITA SAMPIT- Arpandi (Tengah) saat di arena persidangan kongres Bem se Kalimantan. 

PALANGKA RAYA – Pertemuan Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Kalimantan yang dilaksanakan pada tanggal 02-05 Maret 2020 di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta Kutai Timur, Kalimantan Timur masih terus berlanjut.

Momentum ini menjadi ajang belajar dan berproses bagi setiap peserta, tak terkecuali untuk perwakilan dari Kalimantan Tengah yang diwakili oleh 8 Perguruan Tinggi dan 23 orang delegasi mahasiswa yang notebene adalah pengurus BEM di kampusnya masing-masing.

Arpandi salah satunya, putra Seruyan keturunan Ut Danum yang sekarang dipercaya menjadi Presiden Mahasiswa Universitas Kristen Palangka Raya ini bahkan didapuk menjadi Pimpinan sidang tetap Presedium 1 dalam kegiatan Kongres BEM se Kalimantan tersebut.

BACA JUGA:   Polsek Pahandut Gencarkan Sosialisasi Saber Pungli dan Prokes

Ia menjadi perwakilan Kalimantan Tengah memimpin proses persidangan mahasiswa, hal ini tentu menjadi kebanggaan sendiri bagi aktivitas muda ini karena dapat berkarya di level yang lebih tinggi membawa nama Kalimantan Tengah yang ia banggakan.

“Saya sangat bangga dan mengucapkan terimakasih atas dukungan dan kepercayaan kawan-kawan forum Kongres BEM Seka memilih saya menjadi salah satu unsur presedium sidang” ungkap Arpandi saat dihubungi Via seluler, Rabu 4 Maret 2020.

Kader Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Palangka Raya ini pun menyampaikan ada banyak isu-isu dan persoalan daerah Kalimantan yang disikapi oleh Forum BEM SEKA, salah satunya dalam aspek kesiapan Kalimantan untuk menyambut pembangunan ibu kota negara (IKN) yang baru.

BACA JUGA:   Ketua DPRD Orang Pertama Disuntik Vaksin di Palangka Raya

“Sebagai masyarakat Kalimantan tentunya kita harus siap dan menjadi tanggung jawab kita untuk mempersiapkan generasi selanjutnya menyambut pembangunan di IKN, Kaltim adalah Ibu Kota Indonesia yang baru, namun Kalimantan secara khusus adalah penyangga IKN yang baru, ini adalah momen pembangunan nasional untuk Kalimantan,” tutup Arpandi menegaskan.

(NA/beritasampit.co.id)