Program Rehabilitasi Mangrove di Sukamar Berlanjut Selama Tiga Tahun

Tanam Mangrove : ENN/BERITASAMPIT - Wakil Bupati Sukamara H Ahmadi (tengah) Ketua DPRD Sukamara, Denny Khaidir (kanan) saat menanam mangrove di Desa Sungai Baru, Kecamatan Jelai, Kamis (5/3/2020).

SUKAMARA – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukamara, Rendy Lesmana mengatakan bahwa setelah dilakukan penanaman mangrove di Desa Sungai Baru, Kecamatan Jelai pada Kamis (5/3/2020) akan dilanjutkan dengan program perawatan selama dua tahun kedepan.

“Nanti akan ada program lanjutan setelah penanaman akan ada pemeliharaan tahun pertama dan tahun kedua, tahun ini adalah penanaman jadi program ini berjalan selama tiga tahun,” ujar Rendy Lesmana.

Menurunya, Rehabilitasi Hutan mangrove di Sukamara harus dilakukan lantaran telah mengalami kerusakan, sehingga menyebabkan banyak kerugian bagi lingkungan dan masyarakat.

BACA JUGA:   Bupati Sukamara Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Pemungutan Suara Pilkada Kalteng

“Sukamara memiliki potensi mangrove yang sekarang sebagian besar rusak, kita juga telah melakukan penanaman di Jelai namun tidak berhasil karena berbagai faktor,” ucap Rendy.

“Agar dalam penanaman mangrove kali ini berhasil kita menggunakan teknik yang telah kita pelajari di Wonorejo, selain itu kesiapan dari mangrove itu sendiri saat ditanam,” lanjut Rendy.

Sementara untuk total kerusakan kawasan mangrove di Kabupaten Sukamara, DLH setempat masih belum memiliki data pasti, namun potensi mangrove di dua Kecamatan yaitu Jelai dan Pantai Lunci yangwncapai 456 hektar, akan dimaksimalkan dengan rehabilitasi mangrove.

BACA JUGA:   Operasi Lilin Telabang 2020, Polres Sukamara Terjunkan 25 Personel

Kabupaten Sukamara memiliki panjang garis pantai 75 Kilometer dan mempunyai sekitar 456 hektar lahan mangrove yang tersebar di dua kecamatan yaitu Pantai Lunci dan Jelai.

Wakil Bupati Sukamara, Ahmadi mengatakan bahwa luasan lahan mangrove di Kecamatan Pantai Lunci mencapai 135 hektar dan di Kecamatan Jelai mencapai 321 hektar.

“Namun disayangkan, sebagaian besar ekosistem mangrove tersebut telah mengalami kerusakan,” kata Ahmadi usai menanam mangrove di Desa Sungai Baru, Kecamatan Jelai. (enn/beritasampit.co.id)