ASN Katingan Diwajibkan Konsumsi Produk Beras Lokal

BERAS LOKAL : NAS/BERITA SAMPIT - Bupati Katingan Sakariyas, saat naik mesin panen padi, di Kecamatan Katingan Kuala

KASONGAN – Pemerintah Daerah Kabupaten Katingan memiliki salah satu program untuk setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu diwajibkan harus konsumsi beras lokal yang merupakan hasil produksi beras para Petani di Kecamatan Katingan Kuala dan Kecamatan Mendawai.

Demikian disampaikan Bupati Katingan Sakariyas, usai menghadiri pelaksanaan syukuran Panen Raya di Kabupaten Katingan, tepatnya di Desa Subur Indah, Kecamatan Katingan Kuala, Rabu, 4 Maret 2020.

“Kami memiliki program setiap ASN Katingan harus mengkonsumsi beras asli Katingan, salah satunya yaitu produksi beras milik para Petani di wilayah Kecamatan Katingan Hulu dan Mendawai. Karena di Kecamatan ini adalah lumbung beras Kabupaten Katingan,” tegas Bupati Sakariyas.

BACA JUGA:   Pemkab Katingan Gelar Uji Publik Kamus Bahasa Dayak Katingan

Mantan Pimpinan Bank Kalteng Cabang Kasongan ini menjelaskan, luasan lahan di Kecamatan Katingan Kuala memiliki sebanyak 28 ribu hektare dan dari jumlah itu yang sudah di kelola hanya sebanyak 8 ribu hektare saja.

“Jadi 8 ribu hektare lahan ini juga sudah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Katingan. Dan sisa lahannya yang masih belum dikelola saat ini, karena keterbatasan Sumber Daya Manusianya di Kecamatan Katingan Kuala ini,” jelasnya.

BACA JUGA:   DPRD Katingan Minta Pemkab Kaji Ulang Sekolah Tatap Muka Dimasa Pandemi Covid-19

lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa sekarang ini terkait untuk panen padi sudah tidak menggunakan cara manual lagi, tetapi mengunakan alat modern yang bisa panen dalam 2 hektare sawah hanya dalam waktu kurang lebih 2 jam.

“Karena dalam 1 hektare sawah ini dapat menghasilkan 4,7 ton padi. Dan bayangkan 1 hektare bisa hasil jumlah itu, kita kali saja 8 ribu hektare tadi dan berapa ton jumlahnya. 8 ribu hektare lahan ini saja sudah memenuhi kebutuhan beras bagi masyarakat Katingan,” pungkasnya.

(nas/beritasampit.co.id).