Sekolah Mau Digusur, Guru ini Mengadu ke Gubernur

HARDI/BERITA SAMPIT - Masbidah (tengah) berfoto dengan Gubernur Provinsi Kalteng Sugianto Sabran (kiri) dan Istri Gubernur Provinsi Kalteng Ivo (Kanan). Jumat, 06 Maret 2020.

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah mengadakan kegiatan tatap muka dalam acara Jambore Guru Kalteng Berkah. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui sekolah mana saja yang perlu perbaikan segera. Jumat, 6 Maret 2020.

“Saya akan memberikan kesempatan kepada setiap sekolah, untuk mengajukan keluhannya terhadap fasilitas sekolah yang dirasa kurang memadai. Saya memberikan setiap sekolah untuk mengajukan 2 hal yang jadi prioritas utama sekolah tersebut,” kata Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah Sugianto Sabran di ruang Aula Jayang Tingang.

BACA JUGA:   Bawaslu Beri Penghargaan ke Polresta Palangka Raya

Dia juga menambahkan yang berhak mengajukan adalah kepala sekolah yang bersangkutan agar tidak terjadi tumpang tindih. Kebanyakan pihak sekolah yang ada di Kalimantan Tengah mengajukan prasarana seperti asrama, wc, pagar, ruang belajar, ruang guru dan masih banyak lainnya.

Salah satu guru SLB 2 Sampit Maspidah merupakan salah satu guru SLBN 2 Sampit, ia mewakili sekolahnya mengatakan secara langsung kepada Guburnur Provinsi Kalimantan Tengah bahwa sekolah yang mereka pinjam dan ditempati selama ini bulan Maret 2020 akan di bongkar dan dibangun untuk gedung Keluarga Berencana.

BACA JUGA:   Polisi Gencar Sosialisasikan Vaksin Covid-19

“Saya bingung karena kepala sekolah yg sekarang 3 bulan lagi akan pensiun sedangkan guru PNS hanya dua orang saja termasuk saya, kemudian bagaimana nasib guru dan 40 orang siswa kami,” curhanya dihadapan Gubernur.

Guru penyandang disabilitas ini juga mengatakan tanah yang pernah dihibahkan tersebut juga memiliki masalah.

“Pernah mengurus ke pemerintah daerah setempat tapi hasilnya harus menunggu dan menunggu,” ungkapnya.

(Hardi/beritasampit.co.id)