Bupati Kobar Louncing Demplot Kebun Kopi 20 Hektar

MENANAM KOPI : IST/BERITA SAMPIT – Bupai Hj Nurhidayah didampingi HM Ruslan AS dan aparat pemda Kobar lainnya, nampak sedang menanam kopi.

PANGKALAN BUN – Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melakukan kegiatan Lounching Demplot kebun Kopi, seluas 20 Hektar. Sabtu 7 Maret 2020.

Membuka Demplot kebun kopi, harapan kedepannya penanaman kopi ini mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

Dalam kegiatan Lounching itu hadir HM Ruslan AS, Kepala Dinas TPHP Kobar Kamaludin, Kepala Dinas Pariwisata Kobar Wahyudi, Plt Kepala Dinas PUPR Kobar Junni Gultom, Camat Arut Utara M Iksan serta hadir dari Balai Besar Surabaya.

“Kegiatan Lounching ini di lokasi demplot di desa Penyombaan Kecamatan Arut Utara, untuk tahap awal akan di tanam bibit pohon kopi jenis Robusta di atas lahan 20 ha, dalam nantinya petani akan mendapatkan pendampingan,” kata Bupati Kobar Hj Nurhidayah di bukit Durian Belobu desa Penyombaan Kecamatan Arut Utara.

BACA JUGA:   Polsek Arsel Aktif Patroli di Titik Rawan Karhutla

Menurut Bupati, dengan adanya komoditas lain selain kelapa sawit maka kedepannya kopi akan menjadi tanaman primadona bagi masyarakat, dan kopi yang di tanam ini bernilai tinggi.

“Kami siapkan  Tim pendamping dari Balai Besar Surabaya dari Kementerian, bahkan ibu pun menghadirikan petani kopi yang telah sukses dari Kabupaten Pasuruan dimana kehadiran petani kopi yang sukses ini sebagai motivasi bagi masyarakat desa Penyombaan, karena menanam pohon kopi ini sangat menjanjikan, ” kata Hj Nurhidayah.

Sementara itu Kepala Desa Penyombaan Murni mengatakan bahwa masyarakat desa Penyombaan sangat antusias menyambut program pengembangan tanaman kopi ini, dimana pihak desa telah menyiapkan lahan seluas 150 ha.

BACA JUGA:   Jumat Berkah, Polsek Arsel Bagikan Sembako Kepada Warga Terdampak Covid-19

“Desa Penyombaan ini berjumlah 143 Kepala Keluarga dengan total jiwa sebanyak 443 jiwa, untuk luas wilayah  desa Penyombaan seluas 7.500 ha, untuk program pengembangan tanaman kopi ini kami menyiapkan lahan seluas 150 ha sedangkan lahan untuk tanaman kopi yang baru di garap seluas 20 Ha”,kata Murni.

Nampak masyarakat desa Penyombaan sangat antusias dengan program ini karena saat ini penghasilan dari kelapa sawit sudah menurun apalagi tambang masyarakat pun mulai meninggalkan, maka pengembangan tanaman kopi ini memberikan harapan baru bagi masyarakat, ” ujar Murni Kades Penyombaan.

(Man/Beritasampit.co.id).