Musim Hujan, Petani Rentan Gagal Panen 

Drm/BERITA SAMPIT - Khozaini

SAMPIT – Perhatian pemerintah daerah terhadap para petani di Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai masih kurang. Salah-satunya disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani, Kecamatan MB Ketapang.

Pria yang enggan disebutkan namanya ini menegaskan pihaknya hingga saat ini masih kesulitan mendapatkan pupuk, dan bahkan para petani dikelompoknya sebanyak 70 orang lebih itu masih bertani secara manual.

“Pupuk subsidi saja kami kesulitan, kami kadang membuat pupuk sendiri, memang masih manual, kemaren mengajukan proposal minta bibit ternak dan Hand Traktor belum direalisasikan sampai detik ini, kita sudah ajukan sejak beberapa tahun lalu,” ungkapnya, Sabtu 7 Maret 2020.

BACA JUGA:   Desa Rawa Sari Perkenalkan Bundaran Lemon, Siap Bangun Pulau Hanaut Cemerlang

Dia berharap agar pemerintah mengabulkan pengajuan mereka terkait alat pertanian yang mana besar hubungannya dengan pengendalian air hujan dan banjir dadakan di ladang perkebunan.

“Kalau musim hujan seperti saat ini juga rawan gagal panen, apalagi kalau cabe, dan lainnya itu rentan sekali, karena banjir dadakan itu bisa membuat banjir diperkebunan kami, rata-rata sama ya, semua kelompok tani pasti demikian keluhannya karena memang itu faktor alam, kita tidak bisa memprediksi,” ujarnya.

BACA JUGA:   Lapangan Kerja, DPRD Minta Prioritaskan Penduduk Lokal

Dalam hal ini Legislator Dapil I Kecamatan MB Ketapang, Khozaini juga menyayangkan masih minimnya bantuan pemerintah daerah terhadap para petani maupun peternak yang ada di Kotim ini. Dia berharap kedepannya apa yang menjadi kebutuhan pokok para petani bisa terakomodir.

“Setiap kelompok tani memang rata-rata keluhannya sama, pupuk sulit, rawan gagal panen ketika musim hujan, menurut kami hand traktor bisa mengendalikan banjir juga selain fungsinya untuk membajak ladang, apalagi lokasi pertanian daerah kita ini lokasinya didataran rendah,” tutupnya.

(Drm/beritasampit.co.id)