Sempat Tertunda Akhirnya 63 Jamaah Sampai di Kobar

PEMERIKSAAN : RISA/BERITA SAMPIT - Saat salah satu jamaah umroh dilakukan pemeriksaan suhu tubuhnya menggunakan alat thermal scanner.

PANGKALAN BUN – Kepulangan jamaah asal Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang berangkat pada tanggal 21 Februari lalu, sempat tertunda.

Namun setelah beberapa hari tertahan di tanah suci Mekah, akhirnya ke 63 jamaah umroh ini tiba di Bandara Lanud Iskandar Pangkalan Bun dengan selamat, Sabtu 7 Maret 2020.

Tertundanya kepulangan 63 jamaah umroh ini dikarenakan, semua penerbangan dari Indonesia ke Saudi Arabia, maupun dari Saudi Arabia menuju Indonesia sementara ditutup hal ini dikarenakan adanya 4 warga negara Indonesia yang terjangkit virus corona.

Hal ini menimbulkan khawatiran bagi para jamaah yang tertahan di Saudi Arabia, khususnya terkait dengan kepastian kepulangan para jamaah umroh.

BACA JUGA:   Tokoh Agama Tiang Pemersatu Bangsa

Indonesia melakukan upaya semaksimal mungkin agar para jamaah mendapatkan hak-haknya sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Maka dari itu pihak travel PT Raihan Alya Tourour, sempat merescedule jadwal (menjadwalkan ulang) penerbangan sampai kedutaan membuka visa, dan akhirnya setelah beberapa hari jamaah umroh asal kabupaten kobar ini bisa di pulangkan kembali ke kotanya.

Saat setiba nya di Bandara Lanud Iskandar, ke 63 jama’ah umroh ini, di periksa menggunakan alat Thermal Scanner yakni alat pengukur suhu tubuh, dan suhu tubuh dari ke 63 jamaah ini dalam keadaan stabil.

BACA JUGA:   Cegah Penyebaran Covid-19, Polres Kobar Tak Pernah Berhenti Sosialisasi Prokes

“Ketika mengetahui bahwa 4 warga negara indonesia terjangkit Virus Corona, pihak travel PT Raihan Alya Tour langsung mengarahkan para jamaah umroh agar tidak panik akan tetapi tetap siaga,” jelas H Asan Darsani salah satu jamaah umroh.

Pihak Travel  juga meminta kepada jamaah umroh untuk mengenakan masker untuk pencegahan penyebaran virus Corona.

Diketahui ada beberapa jamaah yang mengalami flu dan batuk dikarenakan cuaca di tanah suci mekah sangat berbeda sehingga butuh penyesuaian kembali.

(Risa/beritasampit.co.id)