Banjir Rendam 250 Rumah, Aktivitas Warga Terpaksa Gunakan Sampan

IST/BERITA SAMPIT - Aktivitas pasar di Desa Montaallat Kecamatan Moonttallat, Kabupaten Barito Utara dalam keadaan banjir yang terpaksa dibuka, Minggu 8 Maret 2020 pagi.

MUARA TEWEH – Disejumlah kelurahan dan desa di daerah Kabupaten Barito Utara hingga kini masih direndam banjir. Setidaknya 250 rumah terendam dengan ketinggian air hingga 35 centimeter di bibir sungai Lahei.

Dipantau awak media Berita Sampit, Minggu 8 Maret 2020 di Kelurahan Melayu Muara Teweh, seperti jalan Imam Bonjol, Merak, Dahlia, sudah tak bisa dilintasi, penutupan akses jalan sudah dipasang Road Barrier. Selain itu, jalan Antasari Kelurahan Lanjas, sudah ada beberapa titik terendam, ketinggian air mencapai 30-35 centimeter.

BACA JUGA:   Komisi III DPRD Kotim Sayangkan Bidan Pindah Tugas Tanpa Pemberitahuan

Akibat banjir tiga hari terakhir ini, setidaknya 250 rumah terendam, termasuk di Desa Muara Inu Kecamatan Lahei, mulai dari RT 01 sampai dengan RT 07. Semua jalan sudah terendam, sehingga akses hanya menggunakan sampan atau perahu mesin (Kelotok).

Dikatakan warga Muara Teweh jalan Panglima Batur, Dwi Santoso bahwa pengamatan dia di sekitar rumahnya banjir naik lagi sekitar 15 centimeter, “Ya air naik, sekitar 15 centimeter, hari ini,” katanya.

BACA JUGA:   Bidan Desa Diduga Minggat, Kades Bapinang Hilir Laut Akui Tak Mengetahui

Selain itu, akibat banjir ini sejumlah fasilitas publik juga terendam. Seperti kantor Desa, BPD, Balai Pertemuan, PAUD, TK, SD, SMP, Posyandu, Puskesmas, Pasar, Mesjid, Balai Basarah dan bahkan beberapa gedung Walet warga terendam.

Sementara itu, di Kota Puruk Cahu, kesaksian Nandra Saputra di kabupaten Murung Raya itu, bahwa banjir sudah mulai surut. Ia prediksi dalam dua atau tiga hari kedepan kalau tidak ada hujan susulan, maka air akan surut. (shp/beritasampit.co.id).