Wisata Pasuha Bartim Diresmikan, Kades : Sementara Masih Gratis

PENYERAN SIMBOLIS - Wakil Bupati Habib Saleh ke pemerintah desa.

TAMIANG LAYANG – Objek wisata Pasuha (Patai Suku Hawa) akhirnya diresmikan, salah satu destinasi kebanggaan Barito Timur ini memang dikenal memiliki ciri khas tersendiri terutama soal keindahan alam yang masih sangat alami.

Keindahan dan kekaguman objek wisata ini bahkan diungkapkan langsung wakil Bupati Bartim, Habib Saleh saat meresmikan lokasi wisata Pasuha. Sabtu 14 Maret 2020.

800

“Saya sangat apresiasi setingginya atas upaya para pemuda karang taruna bersama aparat desa dan masyarakat desa Patai yang mampu menyuguhkan tempat wisata yang sangat Natural/alami, dengan berbagai sisi yang di tampilkan termasuk susur anak sungai sebagai andalan dengan panjang lebih dari 2 km,” imbuh Habib

BACA JUGA:   Jumlah Positif Covid-19 di Bartim Terus Bertambah, Bupati Ampera: Ini Pukulan Bagi Pemkab

Orang nomor dua di bumi gumi jari janang kalalawah (menjadi jaya selamanya) berharap masyarakat desa Patai menjaga lokasi wisata Pasuha dengan baik dan jangan biarkan sampah berserekan.

“Mari kita tiingkatkan kebersihan agar para wisatawan baik dari dalam maupun luar daerah merasa aman dan nyaman,” tutup Habib

Dilain pihak Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda Dan Olahraga, Ricky Yanaou menuturukan potensi Objek wisata Pasuha sangat menjanjikan, bayangkan saja meski belum diresmikan objek wisata ini sudah menarik ribuan pengunjung untuk menikmati objek wisata ini.

“Saya acung jempol untuk wisata Pasuha, karena melihat hasil data pengunjung dalam satu minggu ini sebelum peresmian mencapai 15 ribu orang lebih pengunjungnya,” tukas Ricky Yanaou.

BACA JUGA:   Transparan Kelola Dana Desa, Pemdes Haringen Adakan Rapat

Selain agenda peresmian juga dilakukan penyerahan bantuan untuk kelancaran wisata Pasuha ini berupa, 12 buah perahu/jukung, 25 unit pelampung, 2 unit bak sampah dan bantuan dari Dinas kesehatan berupa pembuatan wc 2 unit dan ruang tempat ganti pakaian.

Mendapat perhatian tersebut pihak pemerintah desa melalui kades desa Patai, Pak Taraou menyampaikan ucapan terima kasih, ia juga mengakui untuk sekarang objek wisata ini masih digratiskan untuk para pengunjung.

“Sementara ini akan tetap memberlakukan gratis tanpa bayar untuk masuk ke lokasi wisata,” kata Taraou.

(Udek/BeritaSampit.co.id)