Budidaya Ikan Nila, Omzet Menjanjikan di Kuala Pembuang

SUKSES : JMY/BERITA SAMPIT – Yamani (kaos putih) yang telah sukses membudidaya ikan nila di keramba miliknya di desa pematang limau, kabupaten seruyan. Bumi Hantantiring itu memang terkenal dengan potensi perikanannya.

SAMPIT – Kelompok keramba budidaya ikan nila di desa Pematang Limau kecamatan Seruyan Hilir kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah, kini tengah memanfaatkan bantuan pemerintah berupa Keramba Ramah Lingkungan (KRL) oleh dinas perikanan setempat.

Bantuan berupa KRL sekitar dua puluh buah dengan panjang tiga meter dan lebar empat meter itu berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh kelompok keramba setempat.

800

Dibantu pemerintah sejak 2009 lalu, warga setempat yang tergabung dalam kelompok keramba mulai membudidaya ikan nila sejak 2010 silam.

“Kita juga sempat mendapatkan pelatihan tentang budidaya ikan nila untuk dikembangkan, beberapa tahun lalu oleh dinas terkait, alhamdulilah sekarang budidaya kita telah produktif dan memasok ikan nila ke pasar yang ada di kota Kuala Pembuang,” kata Yamani, sembari memberi makan ikan nila di keramba miliknya

BACA JUGA:   Ketahanan Pangan di Kotim dan Seruyan Jelang Ramadan Hingga Akhir Tahun Aman

Yamani, atau yang sering dipanggil amang (paman) Zaki itu menyebutkan bahwa setiap tiga bulan sekali, ia bersama teman-teman satu kelompok keramba ikan nila bisa menghasilkan enam ratus kilogram per tiga bulan sekali panen.

“Kita memanen ikan nila ini tiga bulan sekali, jadi dalam satu tahun bisa mencapai tiga kali panen. Dalam satu bulan, ikan nila beratnya bisa mencapai tiga ons. Dari lima ribu bibit ikan yang kita budidaya, biasanya tersisa dua ribu ikan yang masih bertahan. Dalam satu hari, tiga kali sehari ika-ikan diberi makan,” sebut Yamani

BACA JUGA:   Pejabat Esselon II Tidak Mendapatkan THR

Dalam satu kilogram ikan nila, dihargai Rp. 33 ribu. Sedangkan dalam sekali panen, rata-rata ia bisa mendapatkan omzet Rp. 19 juta-an. Meski demikian, awalnya mereka memulai keramba itu dengan uang kolektik warga setempat.

Sehingga membentuk kelompok keramba dan dibantu oleh pemerintah setempat. Budidaya keramba ikan nila itu tepat berada di belakang rumah pemiliknya yang berjajar di sepanjang sungai Seruyan desa Pematang Limau.

(jmy/beritasampit.co.id)