Dibalik Wabah Corona, KMHDI Maknai Hari Raya Nyepi Sebagai Pengendalian Diri

IST/BERITA SAMPIT. Handi Wijaya bersama Ketum KMHDI Pusat beberapa waktu lalu.

PALANGKA RAYA – Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1942 yang jatuh pada hari Rabu 25 Maret 2020. Nyepi tahun ini tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.

Handi Wijaya selaku ketua Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD KMHDI) Kalimantan Tengah mengatakan bahwa secara rentetan pelaksanaan hampir sama, ada melasti, tawur kesanga, dan melaksanakan catur Brata penyepian.

Pelaksanaan tersebut dillalui oleh masyarakat Hindu khususnya di Kalimantan Tengah, tetapi di tahun ini ada sedikit berbeda, sebab pelaksanaan sembahyang Melasti, tawur di batasi melihat kondisi dan anjuran pemerintah terkait waspada virus Corona Covid 19 yang sedang menyerang dunia.

BACA JUGA:   Bupati Kobar Rapat Terbatas Terkait Antisipasi Virus Corona

“Pawai ogoh-ogoh yang biasanya bisa disaksikan sebelum pelaksanaan Nyepi ditiadakan upaya juga mencegah terjadinya hal-hal yang diinginkan,” ujar Handi Kepada wartawan beritasampit.co.id, 26 Kamis Maret 2020.

Handi juga menyampaikan bahwa dengan kondisi tersebut umat Hindu tidak sedikit pun menghilangkan makna Nyepi itu sendiri, sebagai proses pengendalian diri

Melihat kondisi Kalimantan Tengah terkait waspada virus Corona Handi menyampaikan pesan agar senantiasa mengikuti arahan pemerintah melakukan sosial distancing dan menjaga kebersihan melalui rajin mencuci tangan.

BACA JUGA:   Parkir Gratis Akhirnya Diberlakukan di Kota Sampit, Dimana Aja ?

Pihaknya juga mengapresiasi langkah pemerintah Kalimantan tengah yang sigap dan waspada terkait bahaya dan bencana virus covid 19.

“Kita juga harus patuh terhadap Intruksi yang dilakukan pemerintah upaya menjaga hal-hal yang tidak diinginkan,” tutup Handi.

(NA/beritasampit.co.id)