Imbas Corona, Anang Dorong Pemerintah Buat Terobosan di Sektor Ekonomi Kreatif

Anang Hermansyah. Dok: Istimewa

JAKARTA— Penularan virus Corona (Covid-19) di Indonesia telah menjadikan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata terimbas. Pemerintah diminta membuat terobosan kebijakan untuk mengatasi stagnasi di sektor tersebut.

Demikian disampaikan pegiat ekonomi kreatif dan musisi Anang Hermansyah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, (26/3/2020).

“Kafe, rumah karaoke dan tempat pertunjukan tutup. Banyak pekerja yang menggantungkan hidupnya di sektor ini,” ujar Anang.

Mantan Anggota Komisi X DPR RI mengatakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif segera membuat terobosan mengatasi masalah tersebut.

Mengingat banyak pekerja seni khususnya yang beraktivitas di cafe menjadi pihak yang terdampak imbas wabah virus corona.

BACA JUGA:   Kondisi Dua Tim Medis Berstatus PDP dalam Keadaan Stabil

“Tidak sedikit dari mereka yang masih menyicil pembelian alat musiknya. Ini kenyataan yang diterima pekerja seni, sama seperti profesi lainnya yang juga terimbas wabah Corona,” imbuh Anang.

Kendati demikian, Anang yang juga Penasehat Ferderasi Serikat Musik Indonesia (FESMI) mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat melakukan inovasi di tengah situasi (work from home) akibat wabah virus tersebut.

Agar menurut Anang, pekerja yang berada di ekosistem sektor pariwisata dan ekraf ini dapat bertahan di situasi seperti saat ini.

“Jadi, perlu ada rumusan dan formulasi agar pelaku di sektor pariwisata dan ekraf ini dapat terbantu,” tandasnya.

BACA JUGA:   Rencana Lockdown Bandara Tjilik Riwut Terjegal Pernyataan KSP-RI

Di bagian lain, suami tercinta Ashanty itu bilang seandainya sistem big data mengenai lagu yang terkait dengan penarikan hak cipta dan royalti pencipta dan penyanyi lagu telah terbentuk, maka dampak wabah Corona dapat diminimalisir.

“Karena kalau big data sudah terbentuk dengan baik, maka akan jelas dan transparan pembagian royalti yang diterima penyanyi dan pencipta lagu. Semoga situasi saat ini menjadi pemantik untuk segera dibentuk sistem big data musik Indonesia,” pungkas Anang Hermansyah.

(dis/beritasampit.co.id)