Transaksi di Tengah Wabah Corona, Sabu Setengah Kilogram Gagal ke Sampit

IST/BERITA SAMPIT - Para pelaku dan barang bukti.

LAMANDAU – Tim gabungan Polres Lamandau dan jajaran Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil menggagalkan peredaran narkoba antar provinsi.

Para pelaku yang diketahui berjumlah tiga orang ini, mengambil kesempatan ditengah musibah virus Corona.

800

Para pelaku merupakan warga Kalimantan Barat (Kalbar) yang hendak mengirimkan barang haram jenis sabu ke Kota Sampit.

Beruntung, aksi tiga sekawan ini akhirnya dapat tercium dari pihak kepolisian berkat informasi dari masyarakat.

“Penangkapan tersebut dilakukan menindaklanjuti informasi yang didapat oleh satresnarkoba bahwa ada tiga orang penumpang travel mencurigakan akan melewati Lamandau dari Nanga Tayap Kalbar menuju Sampit Kalteng,” terang Kapolres Lamandau AKBP Titis Bangun H Melalui Kasatnarkoba AKP I Made Rudia, dalam rilis yang diterima media ini Senin 30 Maret 2020.

BACA JUGA:   BATAMAD Kelurahan Tanah Mas Berikan Bantuan Pada Keluarga Bocah Tenggelam

Penangkapan ini terjadi diterjadi usai saat tim gabungan yang terdiri dari Personel Satreskrim, Satresnarkoba, Satlantas dan Satsabhara melaksanakan Razia Pada hari Sabtu (28/3/2020) siang.

Kemudian, di jalan Trans Kalimantan Km 14 Nanga Bulik, tim gabungan menemukan satu unit mobil yang dicurigai ditumpangi para terduga pelaku.

Usai menerima informasi tersebut, pihaknya kemudian melakukan penggeledahan dan ditemukan 1 buah tas selempang berwarna coklat yang berisikan gumpalan hitam.

“Didalamnya terdapat lima bungkus plastik berukuran besar yang berisikan butiran kristal berwarna putih diduga Narkotika Golongan I bukan Tanaman jenis Sabu dengan berat kotor 510,15 gram,” ungkapnya

Selanjutnya ia menjelaskan, tiga orang terduga yang diamankan adalah Hendra (24), Lamidi (35) dan umar (23) yang merupakan warga dari Provinsi Kalimantan Barat.

BACA JUGA:   Kematian Hermanus Berbuntut Panjang, Kuasa Hukumnya Minta Otopsi Ulang

“Dari hasil pemeriksaan saat di Tempat Kejadian perkara (TKP) diketahui barang haram tersebut akan diantarkan kepada seseorang yang telah memesan dari Kabupaten Kotawaringin timur (Kotim) Provinsi Kalimantan Tengah,” tambahnya.

AKP I Made Rudia menyampaikan, setelah dilakukan penggeledahan kendaraan yang digunakan dan badan, terduga kemudian langsung dibawa ke Mapolres Lamandau guna penyelidikan lebih lanjut.

Kini para terduga pelaku terancam melanggar pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,

“Pelaku diancam dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun,” tutup Kasat.

(aul/beritasampit.co.id)