Bantu Masyarakat Dengan Pasar Online, Bupati Kobar Minta UMKM Tak Naikkan Harga

WAWANCARA : MAN/BERITA SAMPIT - Yuliantini salah seorang wartawati senior di Kobar saat wawancara dengan Bupati Kobar, Hj Nurhidayah melalui video conference.

PANGKALAN BUN – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj Nurhidayah lounching pasar online melalui rapat video conference, dimana keberadaan pasar online ini dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok masyarakat tanpa harus  keluar rumah dan para UMKM pun tetap dapat menjalani usahanya.

“Saat ini ada 156 UMKM yang terdaftar dalam pasar online, dimana keberadaan pasar online ini dapat membantu para UMKM dalam memasarkan hasil produknya yang di bantu pemasarannya oleh Tim Penanganan Ketahanan pangan Kabupaten Kobar,” jelas Hj Nurhidayah, Rabu 22 April 2020.

Menurutnya, dengan adanya wabah Covid-19 di wilayah Kobar sangat mengganggu perekonomian masyarakat, terutama pelaku UMKM. Untuk itu, pemerintah kabupaten Kobar berinisiasi menyediakan tempat untuk menjual produk para UMKM.

“Pasar online ini pun untuk membantu masyarakat yang saat ini masih melakukan stay At hone, jadi produk yang di pasarkan melalui pasar online akan di antar oleh jasa pengantar,” katanya.

BACA JUGA:   Dewan Dukung Pergantian Nama Bundaran "Monyet" di Kumai

Apalagi, lanjut Nurhidayah, sesaat lagi memasuki bulan suci Ramadan, para UMKM yang biasa berjualan wadai (kue) dan makanan siap saji bisa memanfaatkan pasar online karena untuk tahun ini pemerintah daerah meniadakan pasar ramadan.

Sehingga, pasar online ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kobar dalam memenuhi kebutuhan pokok di rumah. Nurhidayah berpesan kepada semua peserta pasar online didalam memasarkan hasil produknya tetap memperhatikan kebersihan dan tetap terjaga kualitas produknya.

“Ibu juga meminta kepada para UMKM jangan menaikkan harga karena Tim penanganan Ketahanan Pangan akan terus memantau perkembangan harga di pasar termasuk pasar online,” ujar Hj Nurhidayah saat diwawancara seorang wartawati senior di Kobar, Yuliantini melalui Video Conference.

BACA JUGA:   Melihat Perkembangan Pembangunan RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun (Bagian 1)

Selain itu, pasar online ini juga terdaftar jasa pengantar/kurir, dimana sejak adanya wabah virus corona jasa pengantar pun terdampak, sehingga dengan masuknya peserta dari jasa pengantar ke pasar online dapat terbantu penghasilan mereka.

Sementara itu, para pelaku UMKM  berharap keberadaan pasar online ini dapat membantu perekonomian, dimana pada saat wabah virus corona hasil penjualan menurun drastis.

Diungkapkan Saripah Penjual Amplang dari Kumai, dalam interaksi dengan Bupati Kobar menyampaikan, dalam satu bulan ini tidak ada pembeli yang datang sehingga dirinya pun merumahkan 24 orang karyawannya.

“Kami berharap pasar online dapat menghidupkan kembali perekonomian UMKM, karena sejak wabah virus corona ini pendapatan menurun drastis,” keluh Saripah penuh harap. (Man/betitasampit.co.id).