MPR Minta Tunda Kedatangan TKA China ke Sultra

Ilustrasi TKA China. Dok: Istimewa

JAKARTA— Pemerintah pusat berencana mendatangkan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Konawe untuk Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dalam pembangunan PLTU di Sulawesi Tenggara.

Namun, menurut Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) ada baiknya ditunda rencana mendatangkan ratusan TKA China di tengah pandemi corona yang melanda Indonesia.

“Lebih baik ditunda, dengan pertimbangan akan menimbulkan keresahan masyarakat serta bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19,” tutur Bamsoet, Kamis, (30/4/2020).

BACA JUGA:   Soroti SiLPA yang Besar, Banggar DPR Minta Pemerintah Susun RAPBN 2022 Secara Cermat dan Hati-hati

Mengingat kewenangan kedatangan TKA China berada di pusat, maka Bamsoet meminta pemerintah daerah (Pemda) Sulawesi Tenggara dalam hal ini untuk terus mengawasi pintu masuk perbatasan.

“Khususnya perusahaan modal asing di wilayah Sultra yang mempekerjakan TKA agar tidak melakukan pelanggaran dengan mendatangkan TKA asal China tersebut,” tegas mantan Ketua DPR RI itu.

BACA JUGA:   Mendag Optimis Expo Dubai Percepat Kebangkitan Ekonomi RI

Mesti begitu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus memiliki langkah konkret dan komitmen bersama dalam membatasi pergerakan orang selama masa pandemi Covid-19.

“Langkah tersebut guna memutus rantai penyebaran Covid-19,” pungkas Bambang Soesatyo.

(dis/beritasampit.co.id)