Tim Relawan Bagikan Takjil di RSI PKU Muhammadiyah Palangka Raya

IST/BERITA SAMPIT - Tim Relawan Bagikan Takjil di RSI PKU Muhammadiyah Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Program 5 ribu takjil selama bulan Ramadan yang digagas Sugianto Sabran dan Agustiar Sabran ini merupakan salah satu rangkaian dari aksi sosial selama masa pandemi covid-19. Takjil yang dibagikan oleh tim relawan tersebut dibagikan ke RSI PKU Muhammadiyah Palangka Raya, Jumat 22 Mei 2020.

Kegiatan ini direspon positif pihak rumah PKU Muhammadiyah Palangka Raya, pihaknya juga berterima kasih atas bantua yang diberikan kepada pihanya. Menurut Direktur RSI PKU Muhammadiyah Palangka Raya dr Suyanto bantuan ini tidak hanya bisa dilihat dari nilainya. Namun, soal kepedulian terhadap tim medis.

800

“Kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi apa yang telah dilakukan Bapak H Sugianto Sabran dan H Agustiar Sabran. Karena bantuan yang berasal dari pribadi beliau telah menunjukkan kepedulian kepada tenaga medis yang sedang berjuang untuk menjaga kesehatan masyarakat,” kata Direktur RSI PKU Muhammadiyah Palangka Raya dr Suyanto.

BACA JUGA:   Pasien Reaktif Covid-19 Asal Seruyan Dirujuk ke RSUD dr Murjani Sampit Malam Ini

Dia juga mendo’akan agar setiap langkah yang sudah atau akan dilakukan oleh Bapak H Sugianto Sabran dan H Agustiar Sabran semua dipermudah dan dilancarkan semuanya.

“Kami juga mendoakan kepada Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran dan Agustiar Sabran agar selalu dilindungi Allah, diberkahi dan dimudahkan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat Kalimantan Tengah. Dan juga kepada para Relawan Muda H Sugianto Sabran dan Relawan Millenial H Agustiar Sabran, kami doakan agar terus diberikan kesehatan dan terus berbagi untuk umat,” tambahnya.

BACA JUGA:   Harga APD Melambung di Pasar Bebas, Ini Solusi Dari Kadis Kesehatan Kalteng

Terpisah, Agustiar Sabran menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Karena bantuan 100 ribuan paket sembako dan 5 ribu paket takjil dari Sugianto Sabran dan dirinya, tidak sebanding dengan jumlah penduduk Kalteng. Keterbatasan dana yang dimiliki membuat ia dan H Sugianto Sabran hanya mampu menyiapkan 100 ribu paket sembako.

“Dana diambil dari gaji, dan tunjangan saya maupun Gubernur Kalteng. Dana yang dikumpulkan sudah maksimal. Lima tahunan masa jabatan. Tapi kami ikhlas untuk rakyat. Kami ada karena rakyat. Jadi kami kembali kepada rakyat, ketika rakyat membutuhkan,” tegas Agustiar.

(Hardi/Beritasampit.co.id)