Data Penerima BLT Rp 500 Ribu Pemprov Kalteng Jadi Polemik di Barut, Ini Penjelasan Bupati

IST/BERITA SAMPIT - H Nadalsyah Bupati Barito Utara.

MUARA TEWEH – Adanya polemik terkait data penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dikucurkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) membuat Bupati Barito Utara (Barut) dua periode H Nadalsyah angkat bicara.

Ia meluruskan tudingan miring dari berbagai pihak, terutama masyarakatnya sendiri. Diharapkan informasi bisa jelas dan runtun, akurat, serta terarah, hingga terpola sampai ditangan masyarakat secara benar.

800

Nadalsyah menjelaskan, bahwa tak ada niat pilih kasih bagi penerima BLT sebesar Rp 500.000 tersebut. Karena katanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar tak ada kaitannya dengan hal yang menjadi polemik di masyarakat dalam penyaluran bantuan tersebut.

“Jadi kalau masyarakat menuding Pemkab Barut pilih kasih, itu salah besar. Karena kita hanya menyerahkan data saja, berupa daftar nama sesuai dengan yang ada di kelurahan,” jelas pria yang akrab disapa Koyem itu.

BACA JUGA:   Pemprov Kalteng Capai WTP, Karang Taruna Barito Utara Minta Terus Dipertahankan

Setelah itu, lanjutnya, bahwa Pemprov yang melakukan verifikasi dan menentukan nama penerima bantuan.

Sementara itu, Koyem juga akan mengevaluasi terkait perkumpulan masyarakat yang makin tinggi, saat menerima BLT dari provinsi di Bank Kalteng. Karena katanya, dirinya banyak menerima pesan WhatsApp dari masyarakat dan juga teman terkait kerumunan orang tersebut.

“Kita akan evaluasi agar pembagian BLT tidak mengumpulkan orang banyak,” katanya. Usulnya, BLT disalurkan secara dor to dor ke rumah-rumah penerima sesuai data.

Sebagai informasi, sebelumnya, dari data yang dihimpun, bahwa total penerima BLT di Kabupaten Barut tercatat 4.287 orang dengan jumlah yang digelontorkan Rp 2.143.500.000.

BACA JUGA:   Anggota PWI Barito Utara Rapid Test

Dari jumlah data tersebut, sampai Kamis, 28 Mei 2020 pukul 12.00 WIB, publikasi resmi warga miskin terdampak Covid-19 yang terdaftar menerima dana tersebut adalah di Kelurahan Melayu sebanyak 2.640 jiwa dan Kelurahan Lanjas 28 orang.

Total nya 2.668 jiwa untuk di Kecamatan Teweh Tengah, dan sementara untuk Kecamatan Montallat sudah tersalurkan BLT dari Gubernur Kalteng adalah warga dari satu desa, dan tiga kelurahan.

Distribusinya Kelurahan Tumpung Laung I sejumlah 249 jiwa, Kelurahan Tumpung Laung II sejumlah 359 jiwa, Kelurahan Montallat I sebanyak 38 jiwa, dan Desa Kamawen 114 jiwa.(Shp/beritasampit.co.id).