Pemkab Kotim Siapkan Sanksi Adat untuk Pelanggar New Normal

Bupati Kotim, Supian Hadi

SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), salah satu wilayah di Kalimantan Tengah yang kemungkinan bisa menerapkan New Normal, meski demikian untuk melaksanakannya, Pemerintah daerah akan mempelajari terlebih dulu, bahkan akan memberlakukan hukum adat bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

“Teknis secara pengawasannya akan kita bicarakan nanti bersama TNI, Polri dan juga termasuk ingin merapatkan ada keinginan pemberlakuan hukum adat seperti keinginan new normal tersebut,” ungkap Bupati Kotim, Supian Hadi, Kamis 28 Mei 2020.

BACA JUGA:   Fordayak Kotim Bangga Dengan Kinerja Sugianto Sabran, Ini Alasanya
800

Menerapkan new normal, sebenarnya telah dilakukan masyarakat Kotim normal tersebut, bahkan pertumbuhan ekonomi Kotim sampai saat ini masih 6 persen keatas dari 7 persen dari target yang diinginkan Pemkab Kotim.

“Keinginan new normal itu sudah kita jalankan hingga ekonomi kita tidak begitu turun. Silahkan normal seperti kehidupan biasa, tetapi protokol kesehatannya dijalankan, yang melanggar setidaknya ada sanksi hukum adatnya,” papar Supian.

BACA JUGA:   BLT Provinsi Diawasi Ketat, Sugianto Sabran : Jangan ada Penyelewengan

Walaupun dalam penerapan hukum adat dinilai secara terpaksa, namun upaya itu dilakukan untuk menanamkan sebuah kebiasaan disiplin pada masyarakat Kotim.

“Masyarakat disiplin dan ekonomi akan berjalan pulih seperti biasa, ini yang ingin kita laksanakan di Kotim,” pungkasnya.

(Cha/beritasampit.co.id)