Gubernur Kalteng Serahkan 6.000 Masker untuk Masyarakat Gunung Mas

MASKER: Istimewa/BERITA SAMPIT - Gubernur Kalteng Sugianto Sabran Sedang Memakaikan Masker Kepada Seorang Anak

KUALA KURUN – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran kembali menyerahkan bantuan masker non-medis sebanyak 6 ribu lembar, untuk masyarakat di Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Penyerahan masker tersebut dilakukan usai Gubernur Sugianto Sabran menjalankan Salat Maghrib dan Isya di Masjid Nurul Yaqin, Kuala Kurun.

Sebanyak 3 ribu buah masker non-medis diserahkan Gubernur Sugianto kepada Bupati Gumas Jaya S. Monong, sementara 3 ribu lainnya diserahkan kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gunung Mas H Fahmi.

Sebelumnya, Gubernur juga telah memberikan bantuan seribu masker non-medis di Pos Pengawasan COVID-19 di pintu masuk Kabupaten Gunung Mas.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran berharap bantuan masker non-medis tersebut dapat diberikan kepada para warga, baik di tempat ibadah, pasar, maupun tempat umum lainnya. Hal itu dilakukan untuk memastikan warga terlindungi kesehatannya dengan mematuhi protokol kesehatan dalam setiap kegiatannya, sehingga dapat mencegah risiko penyebaran COVID-19.

BACA JUGA:   Satpol PP Siap Kerahkan Pesonil untuk Turunkan Baliho Calon

“Tadi sudah kami serahkan kepada Tim Pengawasan Posko Sepang di pintu masuk Kuala Kurun sebanyak 1.000 buah masker untuk dibagikan ke warga. Saat ini kami serahkan juga kepada Pak Bupati Gumas dan Ketua MUI Gumas, untuk dapat dibagi-bagikan kepada warga, guna menjaga kesehatan dan memenuhi protokol kesehatan dalam beraktivitas dan ibadah,” ungkap Gubernur Sugianto.

BACA JUGA:   Bersepeda Kini Diatur Permenhub, Simak Aturannya

Selain bantuan masker non-medis, Gubernur Sugianto Sabran pada kesempatan itu juga secara pribadi memberikan bantuan kepada Pengurus Masjid Nurul Yaqin, yang dapat digunakan untuk kegiatan keagamaan dan perbaikan masjid.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kalteng juga mengingatkan, untuk selalu menjaga kerukunan antar umat beragama, menjalankan protokol kesehatan dalam kegiatan ibadah, dan mengikuti semua imbauan pemerintah, terlebih lagi menghadapi kebijakan New Normal atau Tatanan Normal Baru.

“Mari kita terus tingkatkan kerukunan antar umat beragama, serta berdoa bersama-sama agar COVID-19 ini segera berakhir, segera kita melakukan New Normal kembali secara bertahap, untuk peningkatan perekonomian,” pungkasnya. (Hardi/Beritasampit.co.id)