Bupati Kobar Menangis di Depan Petani

PANEN; IST/BS - Bupati Kobar, Hj Nurhidayah saat melakukan Video Comfrence dengan petani dalan acara panen raya

PANGKALAN BUN – Rasa haru tak terbendung saat Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Hj Nurhidayah saat melakukan video conference (Vidcon) dengan petani di Desa Berambai Makmur, Kecamatan Pangkalan Benteng, Kabupaten Kobar, 3 Juni 2020.

Vidcon tersebut dilakukan dalam rangka pesta panen oleh petani di Desa Berambai Makmur. Rasa haru tersebut diungkapkan oleh Hj Nurhidaya karena dirinya tidak dapat hadir dalam acara tersebut secara langsung.

Selain itu, orang nomor satu di Kobar tresebut mengaku terharu karena ditengah Pandemi Covid-19, semua aparat dari Kecamatan, Koramil, Polsek, aparat desa para tetua dan Kelompok Tani nampak masih semangat untuk bekerja

“Tadi melalui video conference, ibu menyaksikan kelompok tani Desa Berambai Makmur di Kecamatan Pangkalan banteng, melakukan panen padi perdana, dimana mereka telah memasuki masa tanam yang ketiga, hal ini sangat luar biasa,” kata Bupati, Nurhidyah yang didampingi Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Kobar Ir H Kamaludin kepada sejumlah awak media.

BACA JUGA:   Bupati Kobar: Pembangunan Infrastruktur Tetap Skala Prioritas

Bupati juga mengapresiasi kepada semua aparat pemerintah di Kecamatan Pangkalan Benteng dan petani karena masih bersemangat dalam bekerja untuk menjaga ketahanan pangan di Kotawaringin Barat.

“Ibu jujur saja, tadi saat dialog dengan para petani melalui video conference tadi ada rasa sedih karena Ibu tidak bisa hadir langsung ke sana, melainkan hanya melalui video conference, tadi ibu memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada kelompok tani desa Brambai Makmur melalui video conference,” ujar Bupati.

BACA JUGA:   Kembangkan Destinasi Wisata Desa di Kobar, PT Astra Agro Lestari Tbk Sumbang 4 Ekor Kuda

Menurut Bupati, secara keseluruhan ada 400 hektar lahan pertanian padi yang tersebar di 6 Kecamatan se Kobar. Sementara di Desa Brambai Makmur Kecamatan Pangkalan Banteng luas lahan pertanian ada 114 Hektar milik Kelompok Tani Sumber Rejeki, Tani Makmur dan Harapan Makmur.

“Berdasarkan laporan dari para petani desa Brambai Makmur, hasil dari menanam padi sangat menjanjikan, karena untuk satu hektare keuntungannya mencapai Rp 20 juta.Hal ini yang mendorong para petani kita makin bersemangat dalam membantu pemerintah dalam hal ketahanan pangan, apalagi di tengah Pandemi Covid-19 ini. Kita harus terus memantau ketersedian pangan kita alhamdulillah hingga saat ini masih aman,” terang Bupati Hj Nurhidayah. (man/beritasampit.co.id)