Legislatif dan Eksekutif Sepakat 5 Ranperda Jadi Perda

MAN/BERITA SAMPIT - Bupati Kobar Hi Nurhidayah dan Ketua DPRD Kobar didampingi dua wakilnya, usai menanda tangani pengesahan 5 Ranperda menjadi Perda.

PANGKALAN BUN – Dalam Rapat Paripurna ke 6 masa sidang ke III tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bersama DPRD Kobar telah menyepakati dan mengesahkan 5 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Perda.

Bupati Kobar Hj Nurhidayah menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur pimpinan dan anggota DPRD Kobar yang telah menyelesaikan pembahasan serta menyetujui Ranperda tersebut untuk dijadikan Peraturan Daerah Kabupaten Kobar.

800

Diketahui, 3 Perda tentang pemekaran wilayah tampak sangat dinantikan masyarakat. Perda tersebut kata Nurhidayah, merupakan aspirasi masyarakat yang selama ini menghendaki adanya pemekaran. “Hal itu dalam rangka meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat,” katanya usai menghadiri rapat tersebut, Senin 22 Juni 2020.

BACA JUGA:   PKK Kobar Bagikan Paket Sembako ke Warga

Wacana pemekaran itu, adalah wilayah Kecamatan Arut Selatan dan Kumai, sebab desa-desa yang telah dipersiapkan selama tiga tahun ini diharapkan menjadi desa definitif.

“Untuk Kecamatan Arut Selatan ada 3 desa baru yakni Desa Muara Baru, Desa Plingkau, Desa Karang Anyar dan di Kecamatan Kumai telah terbentuk desa Kumai Hilir Seberang, Desa-desa ini kita siapkan sarana dan prasarananya sebagai penunjang pelayanan masyarakat, sebab aura dari pemekaran ini adalah mendekatkan pelayanan,” ujar Nurhidayah.

BACA JUGA:   Produksi Miras, Dua Orang Terancam 5 Tahun Penjara

Menurutnya, Ranperda yang telah jadi Perda itu menjadi pedoman dalam pemberian pelayanan yang prima kepada masyarakat, terutama memasuki sistem kehidupan yang baru ditengah wabah virus corona, tentunya pelayanan harus mengacu pada protokol kesehatan. (Man/beritasampit.co.id).