Hutan Mangrove Desa Ujung Pandaran Akan Disulap Jadi Destinasi Wisata Oleh Dishut Kalteng

CEK LAPANGAN : ARIFIN/BERITA SAMPIT - Sekretaris Dishut Kalteng, Camat Teluk Sampit, Kades Ujung Pandaran saat cek lapangan keberadaan hutan mangrove.

SAMPIT – Hutan mangrove (bakau) di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), rencananya akan disulap menjadi destinasi wisata. Bahkan, rencana itu sudah disepakati.

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Sekretaris Achmad Syaifudi mengatakan, pihaknya masih melakukan peninjauan tahap pertama untuk menyiapkan rencana teknis (rantek) bagaimana hutan mangrove bisa dijadikan destinasi wisata kedepannya.

“Saya bersama Camat dan Kepala Desa sudah sepakat untuk menjadikan hutan mangrove di Desa Ujung Pandaran menjadi destinasi wisata, wisata mangrove,” ucap Syaifudi kepada wartawan beritasampit.co.id usai meninjau hutan mangrove di Desa Ujung Pandaran, Jumat 26 Juni 2020 sore.

BACA JUGA:   Bukan Uang Tunai, Bansos Tahap II Pemprov Kalteng Disalurkan

Rencana menjadikan hutan mangrove itu, kata dia, akan dieksekusi 2021 mendatang. Pihaknya akan membuat jembatan panjang tanpa menebang pohon mangrove yang ada di dalam hutan. Jembatan itu, lanjutnya, dibangun agar para wisatawan bisa berkeliling di dalam hutan sambil menikmati keindahan hutan mangrove, menyaksikan berbagai satwa dan kesejukan alami di dalam hutan.

BACA JUGA:   Sempat Dirawat Bayi 7 Bulan Penderita Hidrosifalus Kini Meninggal, Ini Ungkapan Hati Sang Ayah

“Mudah-mudahan tahun 2021 keinginan mewujudkan hutan mangrove menjadi destinasi wisata bisa terlaksana. Kami juga memohon Pemkab Kotim melalui Camat dan Kades untuk mencari investor yang nanti bisa mengeksekusi tambahan atau misalnya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas PUPR yang mungkin ada alokasi kegiatan di hutan mangrove, Kami Dinas Kehutanan Kalteng siap kolaborasi,” ujar Syaifudi yang pernah menjabat Kabid SMA/SMK pada Dinas Pendidikan Kalteng ini. (Ifin/beritasampit.co.id).