Sejumlah Ormas Dayak Lamandau Siap Hadapi ‘Perusahaan Nakal’ Penebang Hutan Secara Liar

DASI/BERITA SAMPIT - Penebangan hutan secara liar di hutan Desa Kinipan Kabupaten Lamandau.

NANGA BULIK – Masyarakat Desa Kinipan dan Desa Batu Tambun, Kabupaten Lamandau yang didukung Pasukan Perajah Motanoi dan Fordayak Lamandau siap menghadapi perusahaan yang melakukan penebangan hutan secara liar di hutan Batang Kawa, Laman Kinipan dan Batu Tambun.

Mewakili masyarakat, Darius mengatakan, bahwa akan mempertahankan tanah adatnya dan melestarikan hutan yang tersisa yang telah digusur oleh perusahaan nakal. “Kami juga siap mati demi tanah leluhur kami,” ujar Darius, Selasa 23 Juni 2020.

BACA JUGA:   Positif Covid-19 di Lamandau Bertambah 7 Orang
800

Hutan yang berada di Desa Kinipan dan Desa Batu Tambun, Kabupaten Lamandau ini merupakan salah satu sisa hutan yang digunakan masyarakat adat sekitar untuk ritual adat dan sumber air bersih.

Sehingga, dalam hal ini membuat Ketua Pasukan Perajah Motanoi Sulpius Serinus Ruhat Bondung juga ikut menyatakan sikap. Meraka akan turut serta membela hutan adat yang ada di Kinipan dan Batu Tambun.

BACA JUGA:   5 Bulan Menjabat, Tugas Penjabat Kepala Desa Lampuyang Berakhir

Sementara itu, Ketua Fordayak Kabupaten Lamandau, Oktalius berharap agar tidak ada lagi pembukaan lahan dan penebangan hutan secara liar oleh perusahaan. “Saya Dayak, saya akan membela tanah leluhurku hingga titik darah penghabisan,” tegasnya. (Dasi/beritasampit.co.id).