Positif Covid-19 Terus Bertambah, Ini Datanya

Peta Penyebaran Covid-19 di Kalteng

PALANGKA RAYA – Kasus Positif Covid-19 (Virus Corona) di Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali bertambah sebanyak 19 kasus, 28 Juni 2020. Dari 19 positif tersbut, 6 kasus ditemukan di Kota Palangka Raya, 1 kasus ditemukan di Kabupaten Katingan,1 kasus ditemukan di Kabupaten Kotawaringin Barat, 4 kasus di Kabupaten Gunung Mas, 5 kasus di Kabupaten Kapuas, 1 kasus ditemukan di Kabupaten Barito Selatan dan 1 kasus ditemukan di Kabupaten Barito Timur.

Dengan demikian, jumlah kasus positif COVID-19 di Kalteng hingga saat ini mencapai 849 kasus. Informasi tersebut disampaikan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kalteng dalam rilisnya hari ini, Minggu 28 Juni 2020 pukul 15.00 WIB.

BACA JUGA:   Penanganan Karhutla, Gubernur Apresiasi Terbosan Polda Kalteng
800

“Diinformasikan bahwa pasien COVID-19 dalam perawatan sebanyak 402 orang atau berkurang 5 orang dari hari sebelumnya, Sabtu 27 Juni 2020. Sedangkan angka kematian pasien meninggal dunia sampai saat rilis ini diturunkan berjumlah 53 pasien,” kata Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.

Sementara itu, pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 24 orang menjadi 384 orang. 24 orang pasien yang dinyatakan sembuh tersebut berasal dari Kota Palangka Raya sebanyak 12 orang, dan Kabupaten Kotawaringin Barat sebanyak 6 orang, Kabupaten Kapuas sebanyak 2 orang, Kabupaten Katingan 2 orang, Kabupaten Pulang Pisau 1 orang dan Kabupaten Barito Timur 1 orang.

BACA JUGA:   Gubernur Teken Surat Instruksi Tentang Pedoman Penetapan Masa Tatanan Kehidupan Baru

Data lain dari rilis Gugus Tugas COVID-19 Kalteng hari ini menunjukkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah 44 orang menjadi 351 orang dengan jumlah ODP terbanyak terdapat di Kabupaten Kotawaringin Timur yakni 120 orang. Untuk Orang Kontak Erat Tanpa Gejala (OTG), yang semula berjumlah 1.213 orang kini berkurang 16 orang menjadi 1.197 orang dengan jumlah OTG terbanyak terdapat di Kabupaten Murung Raya, yakni 310 orang. Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berkurang 11 orang menjadi 113 orang. (Hardi/Beritasampit.co.id)