Persatuan Adalah Kunci Melawan Politik Identitas

IST/BERITA SAMPIT - Parada L. KDR S.Ag M.Si, ketika menyampaikan paparannya dalam Webinar bersama FORPEKA, Senin 29 Juni 2020.

PALANGKA RAYA – Politik identitas adalah sebuah alat politik suatu kelompok seperti etnis, suku, budaya, agama atau yang lainnya untuk tujuan tertentu, misalnya sebagai bentuk perlawanan atau sebagai alat untuk menunjukan jati diri suatu kelompok tersebut, politik Identitas dalam praktiknya tidak bisa menerima perbedaan atau pluralisme.

“Misalnya ketika satu golongan A terpilih (mengatasnamakan Agama A atau Ras A) pasti formasi kabinet kerjanya/kepengurusan akan didominasi dari golongan tersebut. Tanpa memikirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Politik identitas ini memicu konflik atau perpecahan,” terang Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan (MD-AHK) Kota Palangka Raya Parada L. KDR S.Ag M.Si

BACA JUGA:   Pemprov Kalteng Fokus Pulihkan Ekonomi bagi UMKM

Hal ini disampaikannya dalam kegiatan webinar bersama Forum Pemuda Kalimantan Tengah (FORPEKA KALTENG) dengan Tema “BAHAYA LATEN POLITIK IDENTITAS PILKADA KALTENG”, Senin 29 Juni 2020 via virtual.

Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng tersebut menyampaikan, bahwa penggunaan Politik Identitas di Indonesia dinilai kebablasan, penggunaan politik identitas yang berlabel agama di Indonesia sesungguhnya telah digunakan sejak lama. Politik identitas biasa digunakan untuk menarik kelompok masyarakat mayoritas untuk kepentingan politik.

“Penggunaan politik identitas yang berlabelkan agama telah menyebabkan persoalan toleransi dan kemajemukan menjadi terganggu. Terutama di saat menjelang dan pasca pesta demokrasi seperti Pemilu, karena jalan mulus politik identitas adalah fanatisme, dan juga black campaign (atau kampanye hitam),” ungkap akademisi sekaligus tokoh Hindu Kaharingan Kota Palangka Raya, Kalteng tersebut.

BACA JUGA:   Polres Seruyan Bantah Dugaan Tunggangi Aksi Mahasiswa di Kuala Pembuang

Parada mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Tengah untuk tidak terpengaruh dengan politik identitas yang dibungkus fanatisme, dan juga black campaign, seluruh komponen harus bersatu untuk menghadirkan pemilu yang berkualitas karena kita adalah bangsa yang bermartabat. (NA/beritasampit.co.id).