Produksi Miras, Dua Orang Terancam 5 Tahun Penjara

RISA/BERITA SAMPIT - Pers Release kasus produksi Miras di halaman Polres Kobar.

PANGKALAN BUN – Satreskrim Kepolisian Resor (Polres) Kotawaringin Barat (Kobar) mengamankan 2 pelaku yakni Hatta Illah Apuan (42) warga Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai dan Toni Susanto (41) Kelurahan Kumai Hulu, Kecamatan Kumai. Dua orang ini kedapatan memproduksi arak putih atau tuak di Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai.

Hal ini diungkap Kasatreskrim Polres Kobar AKP Rendra Aditia Dhani yang di dampingi oleh anggota Satreskrim Polres Kobar saat menggelar Pers Release kasus produksi Minuman Keras (Miras), Senin 29 Juni 2020 di Mapolres Kobar.

BACA JUGA:   Bupati Kobar: Masker, Jadi Barang yang Penting
800

Sebelumnya, pihak Satreskrim Kobar melakukan penyelidikan, kemudian melakukan penggerebekan terhadap pabrik tersebut. AKP Rendra mengatakan, kedua pelaku tersebut 3 bulan lalu sudah memproduksi sebanyak 4 kali.

“Kasus Miras ini diawali dari kecurigaan kami, terutama dalam masa pandemi Covid-19, setelah itu sekitar 3 Minggu kami melakukan penyelidikan, setelah penyelidikan kami lakukan penggerebekan terhadap pabrik tersebut, pada awal nya miras miras ini di produksi ke luar daerah wilayah kobar,” jelasnya

Barang bukti yang berhasil diamankan yakni berupa 10 karung berisi Miras jenis tuak, 4 buah galon berisi Miras jenis tuak, 8 buah galon kosong, 2 buah dandang besar, 2 buah alat penyuling, 1 buah kuali besar, 4 buah tikar, 1 buah mesin air merk shimizu, 1 buah selang.

BACA JUGA:   Usaha Laundry Mulai Menjamur di Pangkalan Bun

Akibat perbuatannya kedua pelaku tersebut, terkena pasal 204 KUHP Junto Pasal 62 ayat 1 junto pasal 8 ayat 1 huruf i UU RI Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Junto pasal 142 UU RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman 5 tahun penjara. (Risa/beritasampit.co.id).