Polres Sukamara selidiki Jaringan Narkoba Antar Provinsi

Barang Bukti : ENN/BERITA SAMPIT - Kapolres Sukamara AKBP I Gede Putu Dedy Ujiana saat menunjukkan paket sabu seberat 100 gram yang diamankan dari warga Kobar.

SUKAMARA – Kapolres Sukamara AKBP I Gede Putu Dedy Ujiana mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus peredaran narkoba jenis sabu antar provinsi yang berhasil diungkap pihaknya.

Pasalnya Jajaran Satres Narkoba Polres Sukamara berhasil mengamankan seorang kurir narkoba jenis sabu bernama Mat Hadis (52 tahun) usai mengambil barang haram tersebut dari Pontianak Kalimantan Barat.

800

“Tersangka mengaku hanya mengambil barang tersebut dari Pontianak untuk di bawa ke Pangkalan Bun karena dia dapat pesanan dari Pangkalan Bun,” kata Kapolres Sukamara, Selasa (30/6/2020).

BACA JUGA:   Pasien Sembuh, Sukamara Kembali Hijau

Paket besar sabu dengan berat kotor 100.64 gram dengan nilai ratusan juta itu rencananya akan diedarkan di Pangkalan Bun, karena itu, Polres Sukamara telah melakukan komunikasi dengan Polres Kobar, Lamandau serta Pontianak.

“Kita telah melapor ke Polda Kalteng karena ini jaringan antar provinsi, termasuk juga rekan-rekan di Kobar, Lamandau dan Pontianak,” ucap Putu Dedy.

Jajaran Satres Narkoba Polres Sukamara pada Minggu tanggal 28 Juni 2020 anggota berhasil meringkus tersangka Mat Hadis yang tengah melintas menggunakan sepeda motor diwilayah Desa Jihing dan setelah melakukan pemeriksaan ditemukan paket sabu didalam tas milik tersangka.

BACA JUGA:   Pelaku Jambret Depan Dealer Daihatsu Ditembak Polisi

“Barang bukti yang diamankan adalah satu bungkus kantong plastik yang berisikan serbuk kristal dan diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor 100,64 gram atau dengan berat bersih setelah dikurangi kantong plastik menjadi 99,78 gram serta barang bukti lainnya,” kata Putu Dedy. (enn/beritasampit.co.id)