Selama Covid-19 Dikhawatirkan Angka Kehamilan Naik

KB : LULUS/BERITA SAMPIT - Bupati dan Wakil Bupati, Perdie M Yoseph dan Rejikinoor beserta Ketua DPRD Mura, Doni saat menyaksikan pelaksanaan pemasangan KB pada salah satu warga Kota Puruk Cahu.

PURUK CAHU – Kebijakan tinggal dirumah dan bekerja dari rumah dalam mencegah penyebaran Covid-19 telah berlangsung selama tiga bulan lebih. Kebijakan membatasi kegiatan di luar rumah ini dikhawatirkan berpotensi terhadap angka kehamilan yang tinggi. Pasca pandemi Covid-19 bisa saja akan menjadi fenomena “baby boom” atau ledakan kelahiran bayi.

Bupati Murung Raya, Perdie M Yoseph menyampaikan bahwa peningkatan kelahiran bayi dalam suatu waktu Fenomena ini bisa menimbu|kan beberapa permasalahan terkait kependudukan, kualitas SDM, hingga ekonomi. Kebijakan bekerja dari rumah menjadikan interaksi yang lebih lama bagi keluarga di dalam rumah, sehingga berpotensi terjadinya kehamilan.

“Maka dari itu, Pemerintah Daerah melakukan pelayanan kesehatan, salah satunya Pelayanan Keluarga Berencana (KB) di fasilitas kesehatan juga terdampak Covid-19, pasangan usia subur atau akseptor KB kemungkinan khawatir untuk datang ke fasilitas kesehatan. Di sisi Iain, pihak fasilitas kesehatan juga kekurangan Alat Pelindung Diri (APD), sehingga timbul resiko putus pakai pemakaian kontrasepsi yang akan berdampak kehamilan tidak direncanakan,” jelas Perdie, Selasa (30/6/2020)

BACA JUGA:   Dewan Minta Maksimalkan Penerapan Perda Untuk Target PAD

Dikatakannya, Jika dilihat lebih jauh fenomena tersebut tentunya bisa menimbulkan dampak yang lebih besar lagi, seperti terjadinya stunting pada bayi yang dilahirkan, meningkatnya angka kematian ibu dan juga meningkatnya angka kematian bayi.

“Selama masa pandemi ini, Pasangan Usia Subur (PUS) disarankan menunda kehamilan. usia kehamilan muda memiliki resiko tinggi terpapar Virus Covid-19, karena daya tahan tubuhnya menurun. Selain itu juga, wanita hamil sangat rentan mengalami keguguran sehingga apabila saat pandemi ini mengalami keguguran atau gangguan kehamilan, penangannnya tidak akan optimal karena adanya pembatasan sosial,” jelasnya.

BACA JUGA:   Fraksi Nasdem Minta Pemkab Mura Maksimalkan Potensi Wisata Alam

Ia melanjutkan, Sebagai implikasi dari kondisi Pandemi Covid-19 ini, terjadi pengurangan kunjungan masyarakat kepada fasilitas kesehatan, jMasyarakat dianjurkan untuk tidak ke fasilitas kesehatan jika tidak dalam

“BKKBN didukung oleh Pemerintah Daerah Kota/Kabupaten berinisiatif untuk melakukan Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor. Melalui kegiatan ini diharapkan beberapa target sasaran strategis dapat tetap diwujudkan dengan mempertimbangkan pendekatan budaya kearifan lokal serta tetap menperhatikan protokol penoegahan penyebaran Covid-19) yang berlaku,” tandasnya.
(Lulus/beritasampit.co.id)