Sumber PAD Besar Bisa Didatangkan Dari Dua Wilayah Ini

FOTO : IST/BERITASAMPIT - Anggota DPRD Kotim, Sihol Parningotan Lumban Gaol.

SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Sihol Parningotan Lumban Gaol melihat ada banyak potensi yang masih belum maksimal digali oleh eksekutif di dua wilayah yang ada di Kotim untuk meningkatkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Legislator Partai Demokrat itu menyebutkan, sejauh ini ada dua wilayah yang masih belum berkembang secara pesat ini diantaranya Wilayah Selatan dan Utara yang pernah menjadi penyumbang PAD terbesar untuk daerah.

“Mungkin hingga saat ini dua wilayah ini masih menjadi penyumbang PAD terbesar untuk daerah kita, tetapi kenapa masih belum terlihat bisa maksimal, karena memang sarana penunjangnya belum maksimal, untuk itu perlu kita gali kembali dan juga di tunjang dengan infrastruktur yang memadai,” bebernya Kamis 2 Juli 2020.

BACA JUGA:   Dewan : Tidak Boleh Redup PJU Harus Diperhatikan

Dia juga menyebutkan beberapa contoh sumber PAD yang belum terakomodir saat ini diantaranya memaksimalkan pengelolaan dan pemberdayaan dari perikanan dan kelapa yang merupakan produk andalan daerah selatan Kotim.

Sedangkan untuk wilayah Utara potensi menumbuhkan ekonomi masyarakat dengan membuka berbagai bidang industri bisa melengkapi segala kebutuhan proyeksi dari para investor untuk menekan kerjasama dengan jangka panjang.

“Kalau bicara wilayah Utara tentunya kita sudah faham, namun selama ini kita dibatasi dengan melebarkan industri sawit, kenapa tidak mencoba mengembangkan yang lainnya, yang bisa saja mengandalkan produk lokalan, misalnya mendatangkan investor buah-buahan dan juga tebu yang memang bisa menjadi ladang PAD untuk daerah,” sebut pria yang akrab disapa Gaol itu.

BACA JUGA:   Dewan Sebut Ada Truk Besar Sering Parkir Sampai Tengah Jalan

Anggota DPRD Dapil I Ketapang ini meyakini potensi yang ada di beberapa wilayah Kotim masih banyak sehingga perlu rancangan khusus untuk mengkaji ulang apa yang menjadi target pemerintah daerah kedepannya. Dia juga optimis dengan kajian yang matang dan tepat sasaran akan mampu menghidupkan 168 yang ada di daerah tersebut.

“Masyarakat harus di berdayakan, sesuai dengan kemampuan dan apa yang menjadi kebutuhan pokok di daerah, lalu coba kembangkan hingga produk hasil daerah bisa diterima hingga keluar daerah,” demikian Gaol.

(im/beritasampit.co.id).