Harga Ayam Potong Capai Rp 50 Ribu Per Kilo

ILHAM/BERITA SAMPIT - Salah seorang pedagang ayam di Pasar Ikan Mentaya (PIM) Sampit, terlihat sibuk melayani pelanggannya.

SAMPIT – Hampir sepekan belakangan ini, harga ayam potong di Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengalami lonjakan yang luar biasa mencapai Rp 50 ribu per kilogram.

Diduga naiknya harga ayam tersebut dipicu mahalnya harga pakan dan masih minimnya suplai ayam dari luar daerah.

Wawan salah seorang peternak lokal mengungkapkan, tidak tahu pasti penyebab naiknya harga ayam yang dijual oleh para pedagang.

Sebab, untuk harga ayam dari kandang yang dijual olehnya saat ini sekitar Rp 26 ribu perkilo, dan sebagian besar pembeli merupakan para pengepul.

BACA JUGA:   Komisi IV DPRD Kotim Sidak Kelayakan Aktivitas Doking di Tanah Mas

“Biasanya mereka (pengepul) menjual kembali ayam yang mereka beli dari peternak, dengan mengambil untung sekitar seribu atau dua ribu rupiah ke pedagang,” paparnya, Jumat 3 Juli 2020.

Wawan juga menjelaskan, bahwa untuk harga Rp 26 ribu per kilo ditingkat peternak adalah harga yang standar, karena jika dibawah dari Rp 20 ribu, peternak tidak mendapatkan untung, bahkan bisa rugi banyak.

“Untuk pakan di Sampit mahal, 1 karung isi 50 kilo harganya sekitar Rp 380 ribu, belum lagi perawatannya. Kita pernah jual 11 ribu perkilo, ini membuat saya rugi hampir 8 juta,” paparnya.

BACA JUGA:   Rokok Ilegal Beredar PAD Bisa 'Bocor', Dewan Minta Tingkatkan Pengawasan

Harga ayam akan kembali normal jika nanti pasokan ayam dari luar daerah lancar, tentunya para pedagang lokal pun akan mengikuti harga pasaran.

“Saat ini ayam dari luar daerah seperti dari Kalimantan Selatan dan Pangkalan Bun, masih sedikit dan harganya tinggi. Kalau nanti lancar dan banyak suplainya, pasti harga akan kembali normal, tapi kita belum tahu kapan datangnya,” tandasnya.

(Cha/beritasampit.co.id)