Dewan Dorong Peningkatan UMKM di Katingan

IST/BERITA SAMPIT - Budy Hermanto

KASONGAN – Anggota DPRD Budy Hermanto mengatakan Lemahnya perekonomian masyarakat di Kabupaten Katingan belakangan ini, lantaran lemahnya harga jual sektor unggulan masyarakat seperti kumoditi karet yang menjadi pekerjaan mayoritas warga di bagian Selatan Katingan ini.

“Sehingga perlu terobosan untuk mengganti usaha agar perekonomian masyarakat tetap kuat, lebih-lebih mampu untuk menjadi mata pencaharian andalan bagi masyarakat,” Kata Politis Gerinda itu, Sabtu 4 Juli 2020.

Menurutnya, Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) tentu menjadi sebuah solusi untuk menjawab lemahnya ekonomi masyarakat kalangan menengah ke bawah, apalagi dengan tingginya bahan pokok tidak sebanding dengan penghasilan masyarakat kalangan menengah ke bawah yang menggantungkan pekerjaan dari kebun karet.

BACA JUGA:   Waket I DPRD Katingan Berharap Pencoblosan Berjalan Lancar dan Kondunsif

“Masyarakat tentu jangan beranggapan melakukan usaha mikro harus dengan modal yang besar, namun dengan modal yang kecil pun tentu bisa membuka peluang usaha untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari,”ungkapnya lagi.

Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan konsumen, Kata Budy tidak hanya melalui investasi dengan skala besar, namun melalui UMKM juga sangat berpotensi, mengingat usaha tersebut menganut sistem ekonomi kerakyatan, sehingga dengan modal yang kecil juga bisa bergerak dan menghasilkan.

“Kita perlu berinovasi mencoba melakukan usaha kecil, UMKM tidak harus menggunakan biaya yang besar, saya kira pemerintah siap membantu melalui Dinas Perindagkop dan UMKM,” Ujarnya.

BACA JUGA:   Maulana Kawit Pimpin SMSI Katingan

Disampaikan bahwa UMKM banyak digarap pada sektor pertanin, perkebunan, kerajinan dan produk lokal yang memiliki nilai ekonomi dan berkualitas, melalui pembinaan dari instansi terkait, pihaknya akan terus berupaya melahirkan masyarakat yang mandiri dalam mengembangkan usaha.

Budy juga menyampaikan, bidang usaha menengah juga dapat dijadikan alternatif jalan hidup bagi masyarakat, pola pikir masyarakat akan berkembang, dan tidak lagi bergantung menjadi aperatur negara, namun juga penyedia barang dan jasa dalam skala menengah.

“Selain itu, perkembangan UMKM juga barometernya pada penciptaan peluang usaha baru, yang melahirkan lapangan kerja baru guna menekan angka pengangguran dan kemiskinan,” tandasnya.

(Kawit/beritasampit.co.id)