Kisah Rizki Aulia Gadis Kalteng Macan Akademi Militer

IST/BERITA SAMPIT - Sersan Mayor Satu Taruna (Penguasa Akmil) Rizki Aulia.

PALANGKA RAYA – Sersan Mayor Satu Taruna (Sermatutar) Rizki Aulia merupakan perempuan kelahiran Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada 26 Juni 1996. Ia lulus Akademi Militer (Akmil) di Magelang Selatan, masuk Akmil karena dari keinginan hati diri sendiri dan motivasi dari orang tua, karena menurutnya orang tua sebagai sumber kekuatan.

Rizki Aulia menjelaskan kesulitan pada saat masuk Akmil itu kuota taruna yang diambil hanya setengah dari tiap Kodam, sedangkan yang daftar ratusan ribuan. Untuk proses penerimaannya jauh dari tempat tinggal, karena ada tahap-tahapan tes yang dilaksanakan di tiap daerah yang berbeda. Dari daftar online, ajen, panda daerah, panpus dua kali (di scapa dan di akmil)

“Hal yang paling menyenangkan saat di Akmil, melewati latihan di Akmil bersama teman, dapat bertemu teman-teman dari berbagai daerah, mempelajari budaya tiap daerah masing-masing, mempelajari karakter dan watak orang yang beraneka ragam sifatnya, kemudian diajarkan jiwa korsa untuk selalu menjunjung tinggi kebersamaan, dan memupuk solidalitas sesama tanpa saling menjatuhkan,” ungkap penguasa atau disebut macan Akmil ini, Rabu 8 Juli 2020.

BACA JUGA:   PBS di Seruyan Bantah Adanya Dugaan Penganiayaan

Selain itu, kata dia, di Akmil juga diajarkan hidup dengan penuh tekanan, mengajarkan pentingnya menghargai orang dan waktu. Hal yang paling dirindukannya ialah pada saat jauh dari orang tua dan hidup mandiri tanpa orang tua sehingga membuat dia rindu akan pelukan orang tuanya.

Di Akmil untuk menjaga kesehatan menghadapi pandemi Covid-19 katanya, diwajibkan untuk berolahraga teratur. Dalam sehari wajib berolahraga gunanya untuk menjaga stamina imun tubuh. Kemudian melakukan jemur diri kurang lebih selama 15 menit pada jam 10 siang. Selalu mengantongi hand sanitizer, dan di akmil disediakan tempat cuci tangan, selalu physical distancing dan menggunakan masker. Selama pandemi, diakui Rizki Aulia, di Akmil tidak melakukan perkumpulan (seperti apel) lebih dari 1 peleton. Dimana 1 peleton terdiri 32 orang dengan tidak melupakan protokoler kesehatan.

BACA JUGA:   Jazilul Fawaid: Corona Meredam Perang Dunia

Ia mengajak putra dan putri Kalimantan Tengah untuk ikut masuk dalam Akmil. “Dengan kehadiran saya tentunya menjadi contoh untuk generasi muda NKRI agar timbulnya rasa termotivasi akan bangga menjadi prajurit TNI. Harapan saya jiwa nasionalisme dari pemuda dari zaman ke zaman semakin meningkat sehingga minat untuk menjadi prajurit TNI meningkat dan dapat melaksanakan perwujudan bela negara dengan menjadi prajurit TNI,” pungkasnya. (Hardi/beritasampit.co.id).