Warga Sediakan Jasa Penyeberangan di Jalan Putus Akibat Banjir

SUASANA JALAN PUTUS : ANDRE/BERITA SAMPIT - Terlihat deretan mobil dan truck para pengguna jalan yang sedang menunggu melintasi jalan Trans Kalimantan, dan juga para penyedia jasa penyeberangan.

NANGA BULIK – Ketinggian banjir yang menggenangi ruang jalan lintas Provinsi Kalteng-Kalbar di Kabupaten Lamandau mencapai 2 meter. Selain itu, jalan yang menghubungkan Kecamatan Lamandau dan Kecamatan Delang juga terputus akibat banjir.

Jalan yang terputus itu di Desa Penopa, Desa Hulu jejabu, Desa Lopus, Desa Nyalang, Desa Spoyu, dan Desa Riam Penahan. Pengguna jalan terpaksa harus menunggu beberapa hari untuk bisa melintasi jalan tersebut. Tampak sejumlah truck yang nekat menerobos banjir harus dihadapkan dengan situasi yang merepotkan dengan kendaraan yang mogok.

BACA JUGA:   New Normal, Wisata Lamandau Akan Dibuka Kembali

“Tinggi air sampai 2 meter terpaksa harus menunggu surut mas, kita terobos nanti mogok, malah bikin repot.” kata Sarmin salah satu supir truck yang bermalam di salah satu rumah warga di Desa Karang Taba Kecamatan Lamandau, Sabtu 11 Juli 2020.

Untuk kendaraan roda 2 yang ingin melintas, mereka harus menyewa jasa penyeberangan dari warga, dimana mereka harus membayar mulai Rp 20.000 sampai Rp 30.000 untuk melintasi ruas jalan yang banjir tersebut.

BACA JUGA:   Pencarian Korban Tenggelam BPBD Lamandau Turunkan Tiga Tim Gabungan

Herwin warga Desa Karang Taba penyedia jasa penyeberangan mengukapkan, banyak dari pengguna jalan lebih memilih balik arah ketimbang untuk menyeberang, hanya warga lokal setempat yang ingin pulang kampung ke desanya yang mau menyeberang.

Herwin mengaku menyediakan jasa penyeberangan ini untuk membantu menafkahi istri dan 2 anaknya, karena akibat banjir yang melanda, ladang mereka semua terendam banjir. “Minggu lalu baru saja menabur benih, sekarang sudah hilang di rendam banjir,” ungkapnya. (Andre/beritaaampit.co.id).