Kabar Baik, Kasus Covid-19 di Lamandau Salama 28 Hari Tidak Ada Penambahan

: IST/BERITA SAMPIT - Gubernur Kalteng Sugianto Sabran

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah (Gugus Tugas Covid-19 Kalteng) melalui Juru Bicara (Jubir) Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas dr Astrid Teresa menyampaikan Press Release mengenai perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di Kalimantan Tengah sampai dengan pukul 15.00 WIB, bertempat di teras RSUD dr  Doris Sylvanus Palangka Raya, Minggu, 12 Juli 2020.

Dalam rilis pers tersebut diungkapkan, Gubernur Kalimantan Tengah selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kalteng menyampaikan kabar baik bahwa berdasarkan data Gugus Tugas Kalimantan Tengah, terhitung pada hari ini (12 Juli 2020), Kabupaten Lamandau secara konsisten selama 28 hari tidak ada penambahan kasus baru dan pasien Covid-19 yang dirawat seluruhnya sudah dinyatakan sembuh.

“Dengan demikian, berdasarkan kriteria yang menjadi acuan Gugus Tugas, Kabupaten Lamandau sudah dikategorikan menjadi Zona Hijau Tidak Ada Kasus aktif. Meskipun penentuan zonasi sesuai dengan penilaian Gugus Tugas Pusat, tetapi kita patut bersyukur, karena Kabupaten Lamandau sudah dapat mempertahankan konsistensinya, sehingga dalam 28 hari tidak ada penambahan kasus baru,” kata Gubernur Sugianto Sabran melalui Juru Bicara Astrid Teresa.

BACA JUGA:   Polda Kalteng Bagikan Ikan ke Masyarakat

Kondisi demikian diharapkan terus dipertahankan, sehingga tatanan kehidupan baru masyarakat produktif dan aman dari Covid-19 di Kabupaten Lamandau sudah mulai dapat dipersiapkan dan diterapkan dengan sangat hati-hati, sesuai dengan tahapan dan pedoman yang sudah ditentukan.

Gubernur juga berharap Kabupaten Seruyan dapat mengikuti jejak Kabupaten Sukamara dan Lamandau, untuk dapat mempertahankan kondisinya yang sejak beberapa hari yang lalu sudah tidak ada kasus aktif covid-19, hingga 2 kali masa inkubasi (28 hari) ke depan. Dengan bertambahnya Kabupaten yang sudah tidak ada kasus aktif covid-19, diharapkan semua wilayah di Provinsi Kalimantan Tengah akan semakin cepat mengakhiri covid-19.

Selain itu, Gubernur juga kembali menyampaikan kepada seluruh masyarakat Kalimantan Tengah Bukti Ilmiah Terkini Perihal Penularan Virus Corona sesuai Petunjuk dari Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC USA) mengenai resiko penularan covid-19, yaitu bila mana seseorang, Berada di sekitar seseorang dalam jarak 2 meter, resiko tertular rendah bila kurang dari 45 menit,

Berbicara tatap muka seseorang dengan masker, resiko rendah bila kurang dari 4 menit, berpapasan dengan seseorang yang sementara berlari, naik sepeda atau jogging, resiko rendah, berada di ruang yang berventilasi bagus dengan jarak, resiko rendah bila waktu singkat.

BACA JUGA:   Pasien Sembuh Covid-19 di Kalteng Terus Meningkat

Kemudian, belanja di supermarket, resiko sedang tetapi bisa menjadi rendah bila waktu dipersingkat dan ikut prosedur kebersihan, aktivitas dalam ruang, resiko tinggi, berada di WC dan fasilitas umum, resiko tinggi tertular pada permukaan benda.

Restoran, resiko tinggi tetapi bisa turun ke menengah bila berhati-hati dalam menyentuh permukaan benda, tempat kerja, sekolah bahkan meskipun dengan menjaga jarak, beresiko sangat tinggi, termasuk penularan lewat permukaan benda, pesta atau acara pernikahan, berisiko sangat tinggi, konferensi atau pertemuan bisnis, beresiko sangat tinggi, pertunjukan/bioskop, beresiko sangat tinggi.

Oleh karena itu, Gubernur Kalimantan Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa memperhatikan aktivitas masyarakat pada tempat-tempat yang beresiko tinggi sehingga dapat menghindari paparan covid-19.

Kepada seluruh penanggung jawab atau pengelola kegiatan atau tempat-tempat yang beresiko tinggi, diminta untuk melakukan adaptasi atau penyesuaian, sehingga dapat mengurangi resiko penularan covid-19.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran pun tiada henti-hentinya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kalimantan Tengah, agar disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari dan mengikuti anjuran pemerintah, sehingga bisa terhindar dari resiko terpapar covid-19.

(Hardi/Beritasampit.co.id)