Kemenag Sempurnakan Kurikulum PAI dan Bahasa Arab

IST/BERITA SAMPIT - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah Masrawan

PALANGKA RAYA – Kementerian Agama telah menyempurnakan kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab untuk Madrasah. Penyempurnaan kurikulum tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 183 tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah. Kurikulum baru ini digunakan mulai tahun ajaran 2020/2021.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah Masrawan saat mengutip pernyataan Plt Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin mengatakan, KMA 183 tahun 2019 tidak mengubah secara total isi kurikulum sebelumnya yang tertuang dalam KMA 165 tahun 2014.

“Kurikulum pada KMA 183 Tahun 2019 hanya menyempurnakan beberapa Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD),” kata Masrawan.

Menurutnya, ada tiga persamaan pada kedua KMA ini, pertama, persamaan mata pelajaran, kurikulum madrasah terdiri atas Quran Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab.

“Persamaan yang pertama, mata pelajarannya sama persis, tidak ada yang dikurangi atau ditambahkan. Persamaan kedua, tetap mengunakan prinsip pembelajaran pada Kurikulum Nasional 2013. Ketiga, menggunakan prinsip penilaian yang berlaku pada kurikulum Nasional 2013 yang Disempurnakan,” lanjutnya.

Dijelaskan Masrawan, penyempurnaan kurikulum antara lain didasarkan pada hasil penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag. Puslitbang antara lain menemukan adanya beberapa struktur materi antar jenjang dan antar kelas yang tumpang tindih. Penelitian ini juga menilai perumusan level kompetensi masih terlalu rendah.

BACA JUGA:   Pelaku Fetish Pocong Jarik Ditangkap Tim Gabungan di Kapuas

Temuan lainnya ialah materi Bahasa Arab dinilai cenderung strukturalis. Berdasarkan temuan tersebut dan hasil kajian umum, Kemenag merasa perlu melakukan penyesuaian kurikulum di madrasah untuk memenuhi kebutuhan perkembangan pendidikan abad 21, kebutuhan pembentukan karakter bangsa Indonesia sebagai warga dunia, serta pencapaian visi Indonesia Berdaulat, Maju, Adil, dan Makmur.

Ada delapan fokus penyempurnaan kurikulum tersebut yaitu, Pertama penataan kembali distribusi materi yang tumpang tindih antar jenjang dan antar kelas. Kedua perumusan level kompetensi yang ditingkatkan untuk membekali peserta didik lebih tinggi dalam
berfikir kritis dan inovatif. Sehingga level kompetensi MI ditingkatkan hampir 30 persen Kompetensi Dasar (KD) berlevel C4, MTs 70 persen dan MA 90 persen level C4 hingga C6.

Ketiga penataan kesinambungan dan keselarasan perumusan antara KD1 Sikap spiritual, KD 2 Sikap Sosial, KD 3 Pengetahuan dan KD 4 Keterampilan. Keempat penguatan Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab pada aspek sikap dan keterampilan beragama dibanding pengetahuan atau kognitif.

BACA JUGA:   Pemprov Kalteng Terus Tingkatkan Pemeriksaan Spesimen Covid-19

Kelima penguatan Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab untuk menghasilkan keyakinan dan penghargaan siswa dalam membuktikan bahwa Islam adalah agama yang sangat relevan dengan kemajuan, kehidupan zaman. Keenam penguatan Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab sebagai pengantar siswa menjadi warga bangsa Indonesia yang hidup dalam keberagaman.

Ketujuh perubahan pada Materi Bahasa Arab terutama penyempurnaan dalam penyajian dan metode pendekatan yang digunakan sehingga lebih menekankan pada pendekatan fungsional dari pada
struktural. Kedelapan penyempurnaan kedalaman materi kurikulum mata pelajaran PAI pada Madarasah Aliyah Peminatan keagamaan, serta penggunaan pengantar Bahasa Arab pada pembelajaran PAI dan Bahasa Arab pada MA Program Keagamaan (MAPK).

“Jadi, penyempurnaan ini juga pada aspek kedalaman materi. Harapannya, siswa semakin memahami ajaran agama dan Bahasa Arab. Keduanya diharapkan bisa menjadi bekal siswa menjadi warga bangsa yang bisa hidup dalam keberagamaan dalam pandangan keagamaan yang moderat, serta tetap kompetitif dalam kemajuan zaman,” tandasnya.

(Hardi/Beritasampit.co.id)