Membangun Desa Pantang Mundur Selaras dengan Meningkatkan Katahanan Pangan

IST/BERITA SAMPIT - Gubernur Kalteng Sugianto Sabran saat hadiri Live Talks Show ‘Membangun Desa Pantang Mundur’.

PALANGKA RAYA – Program Mempendeng Lewu Isen Mulang atau Membangun Desa Pantang Mundur selaras dengan menjaga serta meningkatkan ketahanan pangan nasional yaitu program lumbung pangan (food estate) di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang berada di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menyampaikan, bahwa akan terus berupaya meningkatkan ketahanan pangan untuk masyarakat Kalteng dan Indonesia. Apalagi Kalteng dipercaya oleh Pemerintah Pusat dalam program lumbung pangan yang dikunjungi Presiden Joko Widodo belum lama ini.

“Ini sangat luar biasa, dimana kita ingin warga lokal Kalteng yang berperan serta berkarya nantinya, dan menyiapkan upaya pelatihan untuk generasi milineal Kalteng hingga masyarakat untuk membangun daerah Kalteng, khususnya food estate ini,” kata Sugianto Sabran saat menghadiri acara live talk show Kompas TV, bersama Kapolda Kalteng Irjen Dedi Prasetyo, Brigjen Purwo, Rektor UPR Elia Embang, di Aula Arya Darma Polda Kalteng, Selasa 14 Juli 2020.

BACA JUGA:   Kasus Positif Covid-19 di Kalteng Bertambah 25 Orang, Sembuh 37 Pasien

Sugianto mengapresiasi inisiasi kepolisian dan TNI, bersama dengan organisasi masyarakat dan element masyarakat dalam bersama sama untuk meningkatkan ketahanan pangan guna membangun daerah Kalteng serta Indonesia.

Pemerintah Provinsi Kalteng juga terus memberikan semangat kepada warga, pemuda, mahasiswa dan pelajar untuk meningkatkan ilmu pertanian serta mengembangkan usaha pertanian hingga bersama berkarya untuk food estate di Kalteng. Selain warga Kalteng, kata Sugianto, anak-anak pelajar dan mahasiswa yang di luar daerah juga akan tarik untuk berkarya di food estate.

“Kita dukung Pemerintah Pusat. Kita sambut dengan semangat isen mulang dan harus sukses karena Kalteng ditunjuk menjadi kepercayaan pusat. Nanti kita sama-sama turun di lapangan, memantau dan mengecek, memastikan program strategis nasional itu,” tegasnya.

Mengenai luasan lahan dari 165 ribu hektare sudah ada dari warga lokal, dimana juga fokus petani tradisional yang diprioritaskan. “Semangat kita dukung kepercayaan Pemerintah Pusat ini di Kalteng, TNI/Polri dan seluruh masyarakat mendukung, termasuk para pengusaha lokal dalam membangun daerah, insya Allah kami optimis ini berjalan sukses untuk Kalteng dan Indonesia,” ucapnya.

BACA JUGA:   Gubernur Tinjau Pelaksanaan Rapid Test Massal dan Lokasi Kunker Presiden di Kapuas

Sementara itu Kapolda Kalteng Irjen Dedi Prasetyo menyebut, untuk mendukung program nasional tersebut, sembari mengantisipasi potensi Karhutla di wilayah taman nasional sebangau, dan daerah lainya, kepolisian dan TNI, serta instansi terkait akan ditempatkan pos-pos sekitar 145 posko tim gabungan baik Brimob, Sabhara, TNI, BPBD, Pemadam, Manggala Agni dan lainya, untuk meminimalisir potensi Karhutla di wilayah Kapuas, Pulang Pisau, serta daerah lainya yang memiliki intensitas titik panas tinggi.

“Personel gabungan nantinya akan ditempatkan di wilayah potensi tinggi titik panas, salah satunya di Pulang Pisau dan Kapuas yang disana ada taman nasional Sebangau, Taman Nasional Tanjung Puting dan lainnya. Untuk mendukung program nasional food estate, kita galakkan desa pantang mundur untuk mengajak masyarakat meningkatkan ketahanan pangan,” katanya. (Hardi/beritasampit.co.id).