PBS di Seruyan Bantah Adanya Dugaan Penganiayaan

Ilustrasi

KUALA PEMBUANG – Terkait adanya laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh pimpinan PBS di Seruyan terhadap salah seorang karyawannya beberapa waktu lalu, dibantah oleh pihak perusahaan.

“Sesuai pemberitaan sebelumnya mengenai laporan polisi terkait dugaan dan tuduhan penganiayaan salah satu pimpinan PBS di Seruyan kepada seorang oknum karyawan kami, maka izinkanlah kami sampaikan Hak Jawab sebagai klarifikasi bahwa kejadian yang dilaporkan oleh oknum karyawan atas nama Saudara Baso Syamsuridsal tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta yang ada,” kata Marselinus H Ranteallo melalui hak jawab yang dikirimnya kepada beritasampit.co.id.

BACA JUGA:   Komisi IV DPRD Kotim Ke Ibu Kota, Desak Dinas PUPR Provinsi Perbaiki Jalan Lingkaran Selatan

Marselius menuturkan bahwa, dengan adanya laporan ke Polsek Danau Sembuluh, serta adanya pemberitaan di beberapa media, ia merasa ada yang menggiring opini dan ingin menyudutkan perusahaan.

Marselius juga menjelaskan bahwa, kronologis kejadian yang terjadi sebenarnya bahwa pelapor hanya menerima tepukan persahabatan di bagian pundak.

“Dapat kami informasikan bahwa yang bersangkutan hanya menerima tepukan bersahabat biasa dibagian pundak atau lengan, layaknya antara sesama teman laki-laki tanpa adanya pemukulan ataupun bentuk kekerasan apapun yang dikatakan menyebabkan luka memar ataupun lebam pada lengan seperti yang ada pada pemberitaan,” terangnya, Rabu 15 Juli 2020.

BACA JUGA:   Tim Kesmob PCR Rumkit Bhayangkara Beri Layanan Rapid Test Gratis

Marselius juga menambahkan, “Permasalahan yang terjadi dilatarbelakangi keinginan secara paksa dari yang bersangkutan untuk mendapatkan paket pensiun dini dari perusahaan, melalui bentuk upaya pemerasan dan menciptakan tuduhan palsu,” bebernya.

Namun dalam hal ini perusahaan menghormati proses tindak lanjut yang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menemukan fakta yang sesungguhnya, “Kami berharap agar pemberitaan tuduhan palsu ini tidak terjadi lagi dimasa yang akan datang,” terang Marselius menutup penjelasannya kepada beritasampit.co.id.

(ASY/beritasampit.co.id)