Politik Dinasti di Pilkada 2020 Buruk Buat Demokrasi

Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera. Foto: beritasampit.co.id/Adista Pattisahusiwa

JAKARTA— Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menilai merebaknya dinasti politik di Pilkada serentak 2020 sangat buruk buat demokrasi.

Hal itu dikatakan Mardani menanggapi isu dinasti politik di Pilkada 2020 diantaranya PDI Perjuangan diketahui mengusung putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo.

Selain Gibran, PDI-P juga mengusung putra Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Hanindhito Himawan Pramana di Pilkada Kediri.

BACA JUGA:   Ketahanan Pangan Nasional di Tangan Menhan Leading Sector Program Food Estate

Sementara Siti Nur Azizah Ma’ruf yang diusung Partai Demokrai dan PKS di Pilkada Tangerang Selatan itu merupakan putri dari Wapres Ma’aruf Amin.

Menurut Mardani, politik dinasti tersebut merupakan bagian residu demokrasi. Berbahaya ketika prosesnya instan.

“Tiba-tiba saja dia langsung maju dan bertanding, padahal kalau bisa ketua RT, RW, karang taruna dan KNPI dulu, baru bisa mencalonkan diri menjadi kepala daerah. Sehingga, ada urusan publik yang diurus, karena ketika kita mengurus urusan publik, itu ada banyak dinamika,” pungkas Mardani Ali Sera, Rabu, (29/7/2020).

BACA JUGA:   Karang Taruna Kalteng Kecewa dengan Panitia Temu Karya Nasional VIII di Bogor

Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 sempat tertunda karena wabah covid-19, kini tahapan tersebut kembali dilanjutkan.

Seperti termaktub dalam pasal 8C PKPU Nomor 5 tahun 2020, KPU resmi menjadwalkan pemungutan suara Pilkada serentak pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

(dis/beritasampit.co.id)